Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 8 Semester Ganjil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 8 Semester Ganjil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Desember 2019

Menulis Laporan Perjalanan

Laporan merupakan kegiatan untuk menyampaikan segala hal tentang sesuatu, misalnya tempat tertentu. Untuk menyusun sebuah laporan, kita harus menyusun kembali kegiatan, hasil pengamatan, maupun hasil penelitian secara sistematis berdasarkan fakta. Pelaporan bertanggung kering balas atas fakta yg dilaporkan.

Lihat: Kumpulan Soal tentang Menyusun Kalimat LaporanContoh Soal Laporan untuk Kelas 8 SMP/MTs

Laporan bisa dilaporkan secara uraian maupun bentuk standar penulisan ilmiah. Laporan paparan diuraikan dalam bentuk eskposisi. Laporan tidak memiliki unsur laporan. Sementara itu, laporan berbentuk ilmiah disusun berdasarkan kerangka penulisan ilmiah sebagai berikut.
  1. Judul
  2. Nama maupun jenis karangan
  3. Latar belakang
  4. Tujuan
  5. Tempat
  6. Metode yg digunakan
  7. Hasil
  8. Penutup (simpulan dengan saran)
Menulis laporan berarti menyampaikan suatu keterangan mengenai sesuatu kepada orang lain secara tertulis. Hal-hal yg diperhatikan dalam menulis laporan sebagai berikut.
  1. Mengungkapkan keterangan secara lengkap.
  2. Objektif (apa adanya)
  3. Tidak memasukkan unsur pendapat pribadi.
  4. Menggunakan bahasa komunikatif, lugas, dengan santun.
  5. Disajikan secara sistematis berdasarkan urutan peristiwa.
Jenis-jenis Laporan
Laporan dibedakan menjadi beberapa jenis. Laporan bisa dibedakan berdasarkan sifat bentuk, dengan kegiatan.

Laporan berdasarkan sifat dibedakan menjadi laporan formal, semiformal, dengan nonformal. Sedangkan laporan berdasarkan bentuk dibedakan menjadi laporan yg berbentuk formulir isian, surat, memo, paparan maupun uraian, naskah dengan buku.

Laporan berdarakan jenis kegiatan dibedakan menjadi laporan kegiatan, penelitian, laporan hasil wawancara, laporan buku, laporan perjalanan, dengan laporan hasil diskusi.

Salah satu bentuk laporan adalah laporan perjalanan. laporan perjalanan biasanya berbentuk narasi maupun paparan. Laporan memuat hal-hal penting berikut.
  1. Judul laporan
  2. Waktu pelaksanaan kegiatan
  3. Peserta
  4. Tempat maupun lokasi yg dituju
  5. Tujuan mengadakan perjalanan
  6. Hasil perjalanan
Mendengarkan dengan Menanggapi Isi Laporan
Laporan merupakan alat untuk menyampaikan informasi yg bersifat faktual maupun benar-benar terjadi maupun dialami. Laporan bisa disajikan secara tertulis dengan lisan. Laporan mengandung informasi penting. Informasi penting dalam laporan disebut pokok-pokok isi laporan. Pokok-pokok isi laporang meliputi;
  1. Masalah, peristiwa, atu kejadian yg dilaporkan;
  2. Orang yg membuat laporan;
  3. Waktu terjadinya masalah, peristiwa, maupun kejadian yg dilaporkan; serta
  4. Tempat terjadinya masalah, peristiwa, maupun kejadian yg dilaporkan.
Sedangkan tanggapan terhadap laporan bisa berupa pertanyaan, pengungkapan persetujuan, tanggapan terhadap isi dengan bentuk penyampaian laporan, serta kritik maupun pujian terhadap laporan tersebut.

Hal yg perlu diperhatikan dalam menanggapi laporan sebagai berikut.
  1. Tanggapan disampaikan secara kering ilmiah terhadap laporan yg disampaikan baik dari segi isi maupun bentuk.
  2. Tanggapan disampaikan secara fokus dengan tepat sasaran. Sebaiknya, tanggapan tidak keluar dari isi laporan yg disampaikan.
  3. Tanggapan ditujukan untuk membangun maupun memperbaiki laporan yg disampikan.
  4. Tanggapan disampaikan dengan bahasa yg santun, jelas, dengan komunikatif.

Mengidentifikasi Unsur Intrisik Teks Drama

Seperti halnya karya sastra prosa, drama juga terdiri atas unsur-unsur intrinsik sebagai berikut.

1.    Tema

Tema adalah gagasan pokok ataupun ide yg mendasari pembuatan sebuah drama. Tema yg biasa diangkat dalam drama, misalnya: masalah sosial, percintaan, patriotisme, keagamaan, ataupun perikemanusiaan. Seperti halnya membuat karangan lainnya, tema dalam drama dikemas dalam satu kalimat. Misalnya, menjalani kehiduan di ibu kota.

2.    Amanat Pengarang
Amanat adalah pesan yg disampaikan pengarang kepada pembaca ataupun penonoton melalui karnyanya. Amanat yg disampaikan kepada penonton harus ditentukan sendiri oleh pemebaca ataupun penonoton.
Contoh: Hidup di kota besar tidak cukup hanya berbekal ilmu beserta keterampilan.

3.    Tokoh
Tokoh adalah individu ataupun seseorang yg menjadi pelaku cerita. Pelaku cerita ataupun pemain drama disebut aktor (pria) beserta aktris (wanita). Tokoh dalam drama bisa dikelompokkan sebagai berikut.
a.    Bedasarkan sifatnya
1)    Tokoh protagonis adalah tokoh utama yg mendukung cerita.
2)    Tokoh antagonis adalah tokoh penetang cerita beserta penentang tokoh utama.
3)    Tokoh tritagonis adalah tokoh pembantu, baik pembantu untuk tokoh protagonis maupun tokoh antagonis.

b.    Berdasarkan perannya.
1)    Tokoh sentral adalah tokoh yg paling menentukan dalam cerita drama.
2)    Tokoh utama adalah tokoh pendukung ataupun penetang tokoh sentral.
3)    Tokoh pembantu adalah tokoh-tokoh yg memegang peran pelengkap ataupun tambahan dalam mata rantai cerita.

4.    Perwatakan
Perwatakan/penokohan adalah penggambaran sifat batin tokoh yg disajikan dalam cerita. Watak tokoh ini digambarkan dalam tiga sudut pandang.
a.    Keadaan fisik
Keadaan fisik meliputi umur, jenis kelamin, ciri-ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yg menonjol, suku bangsa, raut muka, beserta kesukaan.
b.    Keadaan psikis
Keadaan psikis tokoh meliputi watak, kegemaran, mental, beserta keadaan emosi.
c.    Keadaan sosiologis
Keadaan sosiologis meliputi jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras, agama, beserta ideologi.

5.    Setting ataupun Latar
Setting ataupun latar terdiri atas unsur-unsur berikut.
a.    Setting tempat merupakan tempat terjadinya peristiwa dalam drama.
b.    Setting waktu merupakan waktu terjadinya peristiwa dalam drama.
c.    Setting sosial merupakan latar yg menyaran dengan hal-hal yg berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat (adat istiadat, status sosial, beserta sikap).

6.    Konflik
Konflik merupaka pertentangan yg terjadi antartokoh. Konflik inilah yg membangun cerita dalam sebuah drama. Konflik dalam drama dikembangkan dalam bentuk dialog ataupun percakapan antartokoh.

7.    Alur Cerita
Alur cerita adalah tahapan cerita dalam drama. Alur cerita drama terdiri atas tahapan-tahapan berikut.
a.    Perkenalan
b.    Pertikaian
c.    Klimaks
d.    Peleraian
e.    Penyelesaian.

Kamis, 12 Desember 2019

Unsur-Unsur Pementasan Drama

Pementasan drama merupakan kesenian yg sangat kompleks. Seni drama bukan saja melibatkan banyak seniman, melainkan juga mengandung banyak unsur.  Unsur-unsur tersebut saling mendukung lalu merupakan bagian yg tidak bisa dipisahkan dari keutuhan pementasan drama

Unsur-Unsur Pementasan Drama
 Unsur-unsur pementasan drama adalah sebagai berikut.

1. Naskah drama
Naskah drama adalah karangan yg berisi cerita alias lakon. Naskah tersebut memuat nama-nama tokoh dalam cerita, dialog yg diucapkan para tokoh, lalu keadaan panggung.

2. Pemain alias aktor
Pemain adalah orang yg memperagakan cerita, Berapa pemain yg dibutuhkan, tergantung berapa banyak tokoh yg ada dalam naskah drama yg atas dipentaskan. Setiap tokoh atas diperankan seorang pamain. Seorang pemain bisa berperan dengan baik seandainya mengetahui watak pelaku yg harus dibawakan, baik secara psikologis, fisiologis, maupun sosiologis.

3. Sutradara
Sutaradara adalah pemimpin dalam pementasan drama. Sebagai pemimpin yg bertanggung bahang sahutan terhadap kesuksesan pementasan drama, ia tentu harus membuat perencanaan lalu pelaksanaan. Seorang sutradara yg baik haruslah aktor yg baik. Dengan demikian, ia tidak hanya pandai mengarahkan, tetapi juga piawai malakukannya

Tugas Sutradara antara lain memilih naskah, menentukan pokok-pokok penafsiran naskah, memilih pemain, melatih pemain, bekerja dengan staf, lalu mengoordinasikan setiap bagian.

4. Tata rias
Tata rias adalah cara mendandani pemain. Orang yg mengerjakan tata rias disebut penata rias. Penata rias bisa seorang pria, bisa juga seorang wanita.

5. Tata busana
Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain, baik bahan, model, maupun cara mengenakannya. Tata busana sebenarnya mempunyai hubungan yg erat dengan tata rias. Oleh karena itu, tugas mengatur pakaian pemain sering dirangkap penata rias. Artinya, penata rias sekaligus juga penata busana.

6. Tata panggung
Panggung adalah pentas alias arena untuk bermain drama. Letak panggung di depan tempat duduk penonoton lalu lebih tinggi daripada kursi penonton. Tata panggung adalah keadaan panggung yg dibutuhkan untuk pementasan drama, misalnya panggung harus menggambarkan keadaan ruang tamu. Supaya panggung seperti ruang tamu, tentu panggung diisi dengan peralatan seperti meja, kursi, lalu hiasan dinding.

Demikinlah beberapa unsur dalam pementasan drama. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 30 November 2019

Latihan Dasar Bermain Peran

Bermain peran merupakan kegiatan pemeranan tokoh dalam naskah drama. Bermain peran disebut juga bermain drama ataupun pementasan drama.

Akting atau pemeranan sangat penting dalam bermain peran. Pemeranan tokoh harus beroleh menggambarkan watak tokoh yg dibawakan. Oleh sebab itu, sebelum bermain peran, calon pemain peran sebaiknya  malakukan latihan-latihan dasar. Latihan-laihan dasar yg dimaksud sebagai berikut.

1. Kesadaran Indra.
Pemain harus melatih kesadaran indra, yaitu melatih ketajaman indra sehingga pemain beroleh memerankan perannya dengan penuh penghayatan. Sebagai contoh untuk melatih ketajaman indra pendengaran, pemain drama harus mendengarkan suara paling lemah di tengah-tengah suara keras. Dalam hal ini calon pemain diminta memejamkan mata lagi berkonsentrasi mendengarkan suara lemah itu.

2. Improvisasi
Seorang pemain drama harus beroleh berimprovisasi agar tanggap terhadap rangsangan spontanitas yg ada dalam sebuah pementasan drama. Akan tetapi, spontanitas itu harus sesuai dengan tuntutan seluruh sajian pementasan lagi beroleh dipertanggungjawabkan. Melalui improvisasi, diusahakan tercipta akting yg wajar lagi tidak dibuat-buat.

3. Pernapasan
Melalui latihan pernapasan yg teratur, ketegangan beroleh dihindari sehingga akting yg wajar beroleh dicapai.

4. Suara lagi Cakapan
Suara lagi cakapan merupakan dua hal pokok yg menentukan suksesnya pementasan. Oleh karena itu, vokal harus menarik lagi jelas sehingga beroleh menarik lagi memikat penonton.

5. Tubuh lagi Gerakan
Melalui tubuh lagi gerakan, seorang pemain drama harus beroleh menggambarkan karakter ataupun watak tokoh yg diperankan, misalnya: penggelisah, pemarah, lagi tidak sabar. Selain itu, suatu gerakan terentu beroleh menunjukkan kegembiraan, kejengkelan, ataupun kejemuan. Supaya tubuh lagi gerakan pemain bermakna lagi memikat, diperlukan adanya irama. Oleh karena itu, irama yagn digunakan perlu disiapkan terlebih dahulu.

Jumat, 29 November 2019

Ciri-Ciri Bahasa Petunjuk, Beserta Cara Menulis Petunjuk

Pengertian Petunjuk
Menulis petunjuk merupakan ketentuan yg memberi arah ataupun bimbingan proses ataupun cara sesuatu harus dilakukan.

Petunjuk becus berupa ketentuan cara menggunakan sesuatu, misalnya menggunakan barang elektronik. Petunjuk juga becus berupa ketentuan tentang cara membuat sesuatu, misalnya cara membuat tempe. Selain itu, petunjuk becus juga berupa ketentuan tentang cara mengerjakan sesuatu, misalnya cara mengatasi mabuk perjalanan.

Lihat: Contoh Soal Petunjuk Melakukan Sesuatu Pilihan Ganda

Ciri-ciri Bahasa Petunjuk
Ciri-ciri bahasa petunjuk adalah sebagai berikut.
1. Menggunakan kalimat perintah halus.
Jenis kalimat yg digunakan dalam bahasa petunjuk adalah kalimat perintah tetapi kalimat perintah halus. Salah satu ciri kalimat perintah halus adalah tidak menggunakan tanda seru dengan akhir kalimat.
Misalnya:
a. Persiapkan semua bekal dengan rapi.
b. Cek kondisi kendaraan yg bakal digunakan untuk berpergian.

2. Menggunakan kata dengan makna lugas.
Kata-kata yg digunakan dalam bahasa petunjuk adalah kata-kata dengan makna lugas, yaitu makna yg tidak dipengaruhi nilai rasa. Bandingkan penggunaan bahasa seperti berikut.
Jelas:
Minum tolak angin yg memiliki rasa ringan.
Kurang jelas:
Minumlah tolak angin dengan ringan.

3. Tidak menimbulkan keraguan
Jika petunjuk itu menyangku ukuran misalnya, jangan sampai menimbulkan keraguan bagi pembaca.

4. Menggunakan kalimat yg singkat, padat, lalu jelas.
Jika sebuah kalimat yg pendek mampu mengutarakan sebuah informasi, mengapa harus menggunakan kalimat yg panjang. Namun, misalnya sebuah kalimat terpaksa harus  disajikan dalam kalimat yg panjang demi kejelasan informasi makan bukan berarti harus dipendekkan juga.

Selain ciri-ciri di atas, bahasa petunjuk juga memiliki ciri-ciri yg lebih khusus, yaitu:
1. Sebuah petunjuk biasanya menggunakan bentuk bahasa perintah yg berupa:
    a. Kata kerja tanpa imbuhan me-,
    b. akhiran -kan
    c. Partikel –lah, dan
    d. Kata larangan, yaitu jangan.

2. Sebuah petunjuk kadang-kadang menggunakan bentuk saran dengan menggunakan kata seperti sebaiknya lalu hendaknya.

3. Bahasa yg digunakan harus singkat, jelas, lalu runtut.

Cara Menulis Petunjuk
Adapun cara menulis petunjuk yakni sebagai berikut.
  1. Tuliskan petunjuk melakukan sesuatu urut sesuai urutan yg harus dilakukan. Jika perlu, buatlah penomoran.
  2. Tuliskan petunjuk secara rinci lalu  detail.
  3. Cantumkan keterangan secara lengkap lalu jelas berkaitan dengan hal yg bakal dilakukan.
  4. Cantumkan hal-hal yg harus dihindari apabila hal yg bakal dilakukan berkaitan dengan sesuatu yg becus menimbulkan dampak negatif, misalnya pembuatan barang yg menggunakan zat kimia.
  5. Gunakan bahasa yg singkat, jelas, lalu komunikatif.
  6. Jika perlu, sertakan ilustrasi pendukung seperti gambar.

Macam-Macam Surat Dinas Beserta Penjelasannya

Surat dinas merupakan surat yg dikirim oleh instansi, lembaga, alias organisasi lain,  alias tidak dikirim oleh individu alias perorangan. Misalkan surat-surat dari sekolah, tempat kerja, kantor desa, alias instansi lain.

Lihat: Ciri-Ciri Surat Resmi/Surat Dinas

Ada bermacam-macam surat dinas. Berikut ini di antaranya.

1. Surat permohonan
Surat permohonan biasanya digunakan untuk meminta bantuan kepada sebuah instansi alias perseorangan dengan jabatan yg lebih tinggi.

2. Surat tugas
Surat tugas adalah surat yg dikirimkan kepada satu alias beberapa orang untuk menjalankan tugas tertentu oleh instansi, organisasi, alias perusahaan.

3. Surat perizinan
Surat perizinan adalah surat yg dikirimkan untuk instansi, organisasi, perusahaan, alias perorangan untuk mendapatkan izin.

4. Surat pemberitahuan
Surat pemberitahuan berisi pemberiahuan kepada semua anggota dalam suatu kelompok alias organisasi. Surat pemberitahuan terdiri atas dua jenis surat, yaitu surat pengumuman lagi surat edaran. Surat pengumuman berisi informasi tentang sesuatu hal yg perlu diketahui oleh anggota alias warga dari satu unit. Surat edaran berisi pemberitahuan secara tertulis yg diedarkan serta ditujukan kepada berbagai pihak.

5. Surat undangan
Surat undangan dibuat dengan tujuan tertentu untuk mengundang orang lain supaya menghadiri suatu acara.

Demikianlah penjelsan tentang macam-macam surat dinas. Semoga bermanfaat.

Macam-Macam Kata Ganti Dalam Bahasa Indonesia

Pengertian Kata Ganti
Kata ganti disebut juga pronomina. Kata ganti alias pronomina yaitu kata ganti yg digunakan untuk menggantikan kata benda alias yg dibendakan.

Macam-Macam Kata Ganti
Kata ganti dalam bahasa Indonesia ada tiga macam.

1. Kata Ganti Orang
Kata ganti orang dipakai untuk menggantikan nama orang alias kata-kata kekerabatan. Misalnya: ibu, ayah, saya, kakak, paman, alias kakek. Kata ganti orang dibedakan menjadi tiga, yaitu kata ganti orang pertama digunakan untuk mengganti diri sendiri, kata ganti orang kedua digunakan untuk mengganti orang yg diajak bicara, bersama kata ganti orang ketiga digunakan untuk mengganti orang yg dibicarakan.

Berikut ini adalah bagian-bagian kata ganti orang
a. Kata ganti orang pertama:
  • Kata ganti orang pertama tunggal: saya, aku, ku-, -ku.
  • Kata ganti orang pertama jamak: kami, kita
b. Kata ganti orang kedua:
  • Kata ganti orang kedua tunggal: engkau, kamu, anda, dikau, kau-, -mu.
  • Kata ganti orang kedua jamak: kalian, kamu sekalian, anda.
c. Kata ganti orang ketiga:
  • Kata ganti orang ketiga tunggal: ia, dia, beliau, -nya.
  • Kata ganti orang ketiga jamak: mereka.

2. Kata Ganti Penunjuk
Kata ganti penunjuk dalam bahasa Indonesia seperti berikut.
a. Kata ganti penunjuk umum, yaitu ini dan itu.
  • Kata ganti ini mengganti benda yg dekat dengan pembicara, dengan masa yg hendak datang, alias dengan informasi yg disampaikan. Contoh: Anak ini cerdas sekali.
  • Kata itu mengganti benda yg agak jauh dari pembicara, dengan masa lampau, alias dengan informasi yg sudah disampaikan. Contoh: Rumah itu kemarin ditawar dengan harga tinggi.
b. Kata ganti penunjuk tempat, yaitu sini, situ, alias sana.
  • Kata sini untuk mengganti tempat yg dekat. Contoh: Di sini aku menunggunya.
  • Kata situ untuk mengganti tempat yg agak jauh. Dalam bahasa lisan tidak baku, kata situ digunakan sebagai kata ganti orang kedua yg sepadan dengan engkau alias kamu. Contoh: Letakkan meja itu di situ saja.
  • Kata sana untuk tempat yg agak jauh. Contoh: pergilah ke sana agar kau angsal bertemu dengannya.
c. Kata ganti penunjuk hal yaitu: begini, bersama begitu.
  • Kata begini untuk menunjuk hal yg dekat. Contoh: Begini pasti lebih baik.
  • Kata begitu untuk menunjuk hal yg jauh. Contoh: Dia melakukan hal begitu agar semua orang terkenang padanya.

3. Kata Ganti Penanya
Kata ganti penanya adalah kata yg digunakan sebagai pemarkah alias tanda pertanyaan. Kata penanya tersebut siapa, apa, bersama mana.
a. Kata tanya siapa untuk menanyakan orang. Contoh: Siapa yang menjemputmu pulang?
b. Kata tanya apa untuk menanyakan barang. Contoh: Apa yang ingin kamu tanyakan padaku?
c. Kata tanya mana untuk menanyakan pilihan tentang orang alias barang. Contoh: Mana yang ingin kamu pilih?

Referensi:
Buku PG Bahasa Indonesia Kelas 8.

Pengertian Wawancara, Unsur-Unsur Wawancara, Lagi Etika Berwawancara

Pengertian Wawancara
Pengertian wawancara menurut di KBBI (versi daring) yaitu:
  1. Tanya dedar perlawanan dengan seseorang (pejabat beserta sebagainya) yg diperlukan untuk dimintai keterangan ataupun pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, ataupun ditayangkan dengan layar televisi; 
  2. Tanya dedar perlawanan direksi (kepala personalia, kepala humas) perusahaan dengan pelamar pekerjaan; 
  3. Tanya dedar perlawanan peneliti dengan narasumber;
Sedangkan pengertian berwawancara menurut sumber yg sama, berwawancara adalah mengadakan tanya dedar perlawanan ataupun wawancara (seperti wawancara antara wartawan beserta pejabat ataupun antara pejabat beserta anggota masyarakat setempat) mengenai hal-hal yg dianggap penting untuk diketahui.

Jadi, becus disimpulkan wawancara adalah tanya dedar perlawanan dengan seseorang yg diperlukan untuk dimintai keterangan ataupun pendapat mengenai suatu hal.

Unsur-Unsur Wawancara
Wawancara memiliki unsur-unsur yg harus dipenuhi. Adapun unsur-unsur tersebut sebagai berikut.
  1. Pewawancara ataupun orang yg mencari informasi yg berkedudukan sebagai penanya.
  2. Narasumber ataupun sebagai penjawab pertanyaan ataupun pemberi informasi. Narasumber yg diwawancarai biasanya merupakan seseorang yg memiliki keterkaitan dengan perihal informasi yg diperlukan. Dalam hal ini, narasumber becus berupa tokoh, ahli, ataupun  orang biasa.
  3. Tema ataupun perihal yg diwawancarakan. Tema sangat berperan dalam kegiatan wawancara. Dalam hal ini, tema menjadi pokok sekaligus pembatasan hal-hal yg dibicarakan.
  4. Waktu ataupun kesempatan beserta tempat.
Hal-Hal yg Dipersiapkan Sebelum Wawancara
Beberapa hal yg dipersiapkan sebelum berwawancara dengan narasumber sebagai berikut.
  1. Penguasaan materi, berkenaan dengan tema beserta poin-poin permasalahan penting yg bakal ditanyakan.
  2. Mempersiapkan daftar pertanyaan berkenaan dengan informasi yg diperlukan.
  3. Mempersiapkan diri secara mental untuk mengantisipasi hal-hal yg tidak diinginkan, misalnya grogi ataupun nervous.
  4. Mempersiapkan peralatan yg diperlukan untuk berwawancara, misalnya alat rekam ataupun alat tulis.
Etika dalam Berwawancara
Adapun sebagai pewawancara, perlu memahami etika berwawancara. Etika berwawancara di antaranya sebagai berikut.
  1. Membuat janji terlebih dedar di depan dengan narasumber.
  2. Datang tepat waktu.
  3. Mengucapkan salam, memperkenalkan diri, beserta berterima kasih atas kesempatan yg diberikan.
  4. Menjelaskan identitas beserta maksud wawancara.
  5. Menggunakan bahasa yg santun.
  6. Menyampaikan pertanyaan secara sistematis beserta urut.
  7. Fokus dengan materi wawancara.
  8. Tidak menyudutkan narasumber beserta tidak membuat tersinggung.
  9. Tidak memancing pertanyaan yg menjurus dengan fitnah ataupun mengadu domba.
  10. Bersikap dedar ilmiah beserta simpatik.
  11. Tidak menyela pembicaraan.
  12. Menghindari pertanyaan-pertanyaan yg menjurus dengan masalah pribadi.
  13. Setelah wawancara selesai, mengucapkan terima kasih beserta memina maaf bila ada kata-kata ataupun sikap yg kurang berkenan.
Syarat-Syarat Pertanyaan yg Baik dalam Berwawancara
Salah satu persiapan yg dilakukan sebelum berwawacara yaitu membuat daftar pertanyaan. Daftar pertanyaan wawancara yg baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
  1. Pertanyaan dalam wawancara minimal meliputi 5 W beserta 1 H, yaitu who, what, when, where, why, beserta how ataupun dalam bahasa Indonesia siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, beserta bagaimana.
  2. Pertanyaan yg disusun menggunakan bahasa yg jelas, singkat, baik, sopan, beserta tidak menyinggung perasaan orang yg diwawancarai.
  3. Pertanyaan dalam wawancara tidak bermaksud menekan orang yg diwawancarai.
  4. Memperhatikan orang yg bakal diwawancarai.
Hal-hal yg Perlu Diketahui Berkenaan dengan Wawancara
  1. Memahami jenis-jenis pertanyaan.
  2. Jangan menjelaskan sesuatu yg tidak ditanyakan.
  3. Hindari meminta off the record.
Jenis-Jenis Pertanyaan dalam Wawancara
1. Pertanyaan tertutup
Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yg hanya membutuhkan jawaban singkat. Dengan  kata lain, pertanyaan yg hanya berkisar dengan satu masalah tertentu.
Contoh:
- “Apakah hasil berjualan makanan becus mencukupi kebutuhan?”
- “Berapa omzet sehari dari menjual makanan?”

b. Pertanyaan terbuka
Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yg membutuhkan jawaban yg lengkap beserta mendalam. Pertanyaan terbuka memungkin narasumber untuk mengemukakan ide. Narasumber juga bisa mengemukakan harapan beserta perasaan.
Contoh:
- “Mengapa Anda tertarik berjualan makanan?”
- “Mengapa Anda tidak membuka jasa boga saja?”

c. Pertanyaan yg bersiafat menyelidiki
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yg sering diajukan  wartawan dengan maksud menyelidiki apa yg sudah dijawab.
Contoh:
- “Bagaimana kiat-kiat khusus sehingga Anda mempunyai pelanggan tetap?”
- “Bagaimana cara Anda mengambil keuntungan?”

d. Pertanyaan yg terpusat dengan permasalahan
Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui pendapat narasumber bila menghadapi permasalahan.
Contoh:
- “Jika harga baku makanan naik, apa yg Anda lakukan agar tidak rugi?”
- “Antisipasi seperti apakah yg bakal Anda lakukan agar omzet usaha berjualan makanan tetap meningkat?”



Sumber: Buku PG Bahasa Indonesia IX

Kamis, 28 November 2019

Tugas Pembawa Acara Lagi Contoh Kalimat Pembawa Acara Yg Benar

Berbagai keperluan seperti rapat, seminar, pertunjukan, serta kegiatan seremonial perlu dipandu pembawa acara alias master of caremony (MC). Tugas pembawa acara sebagai berikut.
  1. Mengawali pertemuan dengan sapaan, salam, ucapan syukur, lagi ucapan terima kasih atas kehadiran berbagai pihak.
  2. Menyampaikan maksud/tujuan pertemuan/penyelenggaraan acara.
  3. Menyampaikan susunan acara.
  4. Memandu acara demi acara.
  5. Menutup pertemuan dengan kata-kata penutup, ucapan terima kasih, permohonan maaf,  dan salam penutup.

Contoh kalimat pembawa acara yg bersifat resmi.
  1. Yang terhormat Bapak/Ibu ... (dari yg tinggi ke rendah) lagi hadirin yg berbahagia, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .... Pertama-tama marilah kita panjatkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya sehingga kita angsal menhadiri ... Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu ....
  2. Susunan acara yg bakal kita lalui bersama sebagai berikut ....
  3. Acara pertama yaitu sambutan. Sambutan pertama bakal  disampaikan ketua panita Yth. Bapak/Ibu .... kami persilakan. Demikian sambutan dari ... yg dengan intinya beliau ..... Hadirin yg saya hormati, kini saatnya kita mendengarkan sambutan  .... sekaligus membuka acara .... Yth. Bapak/Ibu/Saudara ....kami persilakan.
  4. Hadirin yg berbahagia, sekian acara dengan malam/siang ini. Atas pertisipasi/perhatian Bapak/Ibu/Saudara para tamu undangan/para pemirsa, kami mengucapkan terima kasih. Selaku pembawa acara saya mohon maaf apabila ada hal yg kurang berkenan bagi Bapak, Ibu, lagi Saudara-Saudari. Akhir kata, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kesalahan kalimat yg dilakukan pembawa acara sebagai berikut.
  1. Hadirin sekalian ...
  2. Para Bapak-Bapak, para Ibu-Ibu, lagi para hadirin ...
  3. Waktu lagi tempat dipersilakan.
  4. Waktu lagi tempat kami haturkan.
  5. Kepada Yth. Bapak Darma dipersilakan.
  6. Atas perhatiannya, kami ucapkan banyak-banyak terima kasih.

Kiat-kiat menjadi pembawa acara.
  1. Menguasai bahasa yg sesuai dengan tingkat usia, pendidikan, lagi latar belakang pendengar.
  2. Mengetahui acara yg bakal dibawakan.
  3. Menguasai gaya lagi ekspresi.
  4. Menguasai intonasi lagi ritme suara.
  5. Menguasai humor-humor segar untuk mencairkan suasana.
  6. Mengetahui berbagai penetahuan yg luas.

Minggu, 03 November 2019

Pengertian, Unsur, Kepada Struktur Iklan, Slogan, Poster

Pengertian Iklan, Slogan, lalu Poster
Iklan dapat diartikan sebagai teks yg mendorong, membujuk khalayak agar tertarik dengan barang lalu jasa yg ditawarkan. Iklan juga angsal diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak mengenai suatu barang lalu jasa.

Slogan adalah perkataan maupun kalimat pendek yg dipakai sebagai dasar tuntunan (pegangan hidup); prinsip utama dari suatu usaha, organisasi, lalu sebagainya. Slogan sering pula disebut moto maupun semboyan.

Poster adalah plakat (kata-kata lalu gambar) yg dipajang di tempat-tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan, yakni pemberitahuan suatu ide, hal baru, maupun hal penting kepada khalayak.

Perbedaan Iklan, Slogan, lalu Poster
Berikut perbedaan antara iklan, slogan, lalu poster.
  • Iklan merupakan teks persuasif yg memadukan unsur gambar dengan kata-kata, unsur gerak, lalu suara.
  • Slogan merupakan teks persuasif yg mengutamakan unsur kata-kata.
  • Poster merupakan teks persuasif yg mengutamakan kekuatan gambar lalu kata-kata; dipajang di tempat-tempat umum.
Unsur-Unsur Iklan, Slogan, lalu Poster
Unsur-unsur pembentuk iklan, slogan, lalu poster sebagai berikut.
  • Sumber adalah pemasang iklan yg berinisiatif, lalu penyandang dana dari pemasangan suatu iklan.
  • Pesan adalah informasi yg disampaikan. Wujudnya bisa berupa pesan verbal lalu pesan nonverbal.
  • Media adalah sarana yg digunakan, misalnya mendia cetak, elektronik, lalu sarana-sarana lainnya.
  • Penerima adalah individu maupun kelompok masyarakat yg menjadi sasaran maupun objek iklan.
  • Efek adalah perubahan yg terjadi dengan diri penerima, baik itu dalam aspek sikap, pola pikir, perilaku, kebiasaan, lalu pola hidup.
  • Umpan balik adalah tanggapan, reaksi, maupun respons yg dikehendaki dari penerima pesan, misalnya dengan membeli produk yg ditawarkan lalu menolak pemakaian narkoba.
Struktur Teks Iklan
  • Pengenalan produk. Bagian ini angsal pula disebut sebagai judul teks.
  • Pernyataan persuasif, berisi pernyataan yg mendorong pembaca maupun pendengar berbuat sesuatu. Bagian ini biasanya berupa pernyataan tentang kelebihan produk yg ditawarkan.

Teks Eksposisi: Pengetian, Struktur Beserta Kaidah Kebahasaan

Teks Eksposisi: Pengetian, Struktur dengan Kaidah Kebahasaan

Pengetian Teks Eksposisi
Teks ekposisi merupakan teks yg mengungkapkan sejumlah pendapat yg disertai fakta-fakta. Teks eksposisi memuat penilaian, dorongan, ataupun ajakan-ajakan tertentu kepada khalayak.

Teks eksposisi dibentuk oleh dua unsur utama, yaitu gagasan dengan fakta.
  • Gagasan disebut juga ide ataupun pendapat. Isinya berupa pernyataan yg mungkin berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, dengan bujukan.
  • Fakta adalah (keadaan, peristiwa) yg merupakan kenyataan; sesuatu yg benar-benar ada ataupun terjadi. Dalam teks eksposisi, fakta berfungsi untuk memperkuat gagasan sehingga diharapkan lebih meyakinkan khalayak.
Lihat: Contoh Soal Teks Eksposisi Dan Jawabannya
Struktur Teks Eksposisi
Teks eksposisi teridiri atas bagian-bagian sebagai berikut.
  1. Tesis, adalah berupa pengenalan isu, masalah, ataupun pandangan penulis secara umum tentang topik yg bakal dibahasnya.
  2. Rangkaian argumen, berupa sejumlah pendapat ataupun argumen penulis sebagai penjelasan atas tesis yg dikembangkan sebelumnya. Pada bagian ini dikemukakan pula sejumlah fakta yg memperkuat argumen-argumen penulis.
  3. Penegasan ulang, sebagai perumusan kembali secara ringkas. Bagian ini sering pula disebut penutup ataupun kesimpulan.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi
Teks ekposisi ditandai dengan ciri kaidah kebahasan sebagai berikut.
  1. Menggunakan kata-kata teknis ataupun peristilahan yg berkenaan dengan topik yg dibahas.
  2. Menggunakan kata-kata yg menunjukkan hubungan argumentasi (kausalitas). Misalnya, jika, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, dengan oleh karena itu. Selain itu boleh pula digunakan kata-kata yg menyatakan hubungan kronologis (keterangan waktu) ataupun pun kata-kata yg menyatakan perbandingan/pertentangan, seperti sebelum itu, kemudian, dengan akhirnya, sebaliknya, berbeda halnya, namun.
  3. Menggunakan kata-kata kerja mental (mental verba), seperti diharapkan, memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, menduga, berpendapat, berasumsi, dengan menyimpulkan.
  4. Menggunakan kata-kata perujukan, seperti berdasarkan data...., merujuk dengan pendapat....
  5. Menggunakan kata-kata persuasif, seperti hendaklah, sebaiknya, diharapkan, perlu, harus. Selain itu teks ekposisi sering menggunakan kata-kata denotatif, yakni kata yg bermakna sebenarnya. Kata ini belum mengalami perubahan ataupun perubahan makna.

Sumber: Bahasa Indonesia SMP/MTs kelas VIII

Jumat, 18 Oktober 2019

Pengertian, Unsur, Struktur, Bersama Kaidah Kebahasaan Teks Berita


Pengertian Berita:
Untuk memahami materi tentang berita, perhatikan pertanyaan-pertanyaan lalu uraian berikut ini.

Apakah yg dimaksud dengan berita?
Yang dimaksud dengan berita adalah berita adalah informasi baru alias informasi mengenai sesuatu yg sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, Internet, alias dari mulut ke mulut kepada orang ketiga alias orang banyak (wikipedia).

Apa kegunaan berita bagi pelajar?
Kegunaan berita bagi pelajar yakni sebagai sumber ilmu pengetahuan lalu penambah wawasan

Jelaskan sumber informasi lisan!
Sumber-sumber informasi lisan meliputi sumber informasi audio lalu sumber informasi audiovisual.

Sumber informasi audio adalah sumber informasi yg kita terima hanya melalui indra pendengaran saja. Contoh dari radio, dari pengeras suara.

Sumber informasi audiovisual adalah sumber informasi yg kita terima melalui indra penglihatan lalu juga indra pendengaran. Contoh dari televisi, dari pidato, dari seminar. (Brainly)

Apa kelebihan informasi yg disampaikan melalui televisi dibandingkan dengan radio?
Kelebihan informasi yg disampaikan melalui televisi dibandingkan dengan radio adalah televisi beroleh memberikan informasi secara audio lalu visual sehingga pemirsa beroleh mendengar lalu melihat langsung kejadian saat itu juga melalui layar kaca.

Informasi/berita apa saja yg disampaikan melalui radio/televisi?
Macam-macam informasi yg disampaikan melalui radio/televisi mencakup berita seputar ekonomi, sosial, politik, pendidikan, agaman, lalu budaya.

Unsur-Unsur Berita:
Unsur-unsur berita beroleh ditemukan melalui enam pertanyaan berikut ini.

Peristiwa apa yg terjadi?
Siapa yg mengalami peristiwa itu?
Di mana peristiwa itu terjadi?
Kapan peristiwa itu terjadi?
Mengapa peristiwa itu terjadi?
Bagaimana proses terjadinya peristiwa?

Keenam pertanyaan itu terkerangka dengan rumus 5W+1H. What (apa), who
(siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), lalu how (bagaimana). Keenam pertanyaan tersebut merupakan cara tepat menemukan unsur-unsur berita.

Struktur Berita:
Struktur berita terdiri dari
1. Kepala berita (lead)
2. Tubuh berita
3. Ekor berita

Pada bagian kepada berita (lead) lalu tubuh berita adalah tempat unsur 5W+1H disimpan. Sedangkan dengan uraian kemarau kotek berita terdapat informasi yg kurang penting.

Bagan struktur berita beroleh dicermati dengan gambar berikut!

Kaidah Kebahasaan Teks Berita:
Ciri yg melekat dengan penggunaan bahasa teks berita yaitu:
  1. Penggunaan bahasa bersifat standar (baku). 
  2. Penggunaan kalimat langsung sebagai variasi dari kalimat tidak langsungnya. 
  3. Penggunaan konjungsi bahwa yg berfungsi sebagai penerang kata yg diikutinya. 
  4. Penggunaan kata kerja mental alias kata kerja yg terkait dengan kegiatan dari hasil pemikiran. 
  5. Kata-kata yg dimaksud, antara lain, memikirkan, membayangkan, berasumsi, berpraduga, berkesimpulan, lalu beranalogi.
  6. Penggunaan fungsi keterangan waktu lalu tempat.
  7. Penggunaan konjungsi temporal alias penjumlahan, seperti kemudian, sejak, setelah, awalnya, akhirnya.
Demikanlah penjelasan mengenai pengertian berita, unsur-unsur berita, struktur berita, lalu kaidah kebahasaan teks berita. Semoga bermanfaat.


*Materi diambil dari buku teks pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII Kurikulum 2013 edisi revisi 2020.

Pengertian, Struktur, Bersama Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi


Pengertian Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yg menjelaskan hubungan peristiwa ataupun proses terjadinya sesuatu.

Secara lebih lengkap teks eksplanasi merupakan teks yg berisi tentang proses mengapa lalu bagaimana suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, lalu lainnya bisa terjadi. Suatu peristiwa baik peristiwa alam maupun sosial yg terjadi disekitar kita, selalu mempunyai hubungan sebab akibat lalu proses.

Maka berdasarkan isinya, teks eksplanasi menjelaskan suatu proses ataupun berupa rangkaian suatu fenomena ataupun kejadian, baik itu yg berkaitan dengan alam, sosial, ataupun budaya.
Baca juga: Pengertian, Struktur, Dan Ciri Kebahasaan Teks Persuasif

Struktur Teks Eksplanasi
Struktur teks eksplanasi terdiri dari:
a. Identifikasi fenomena, mengidentifikasi sesuatu yg hendak diterangkan. Hal itu bisa terkait dengan fenomena alam, sosial, budaya, lalu fenomena-fenomena lain.

b. Penggambaran rangkaian kejadian, sebagai perincian atas kejadian yg relevan dengan identifikasi fenomena. Bagian ini boleh disusun dengan pola kausalitas ataupun kronologis.

c. Ulasan, berupa komentar ataupun penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yg dipaparkan sebelumnya.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan yg relatif berbeda dengan teks lain. Kaidah-kaidah yg dimaksud sebagai berikut.
  1. Menggunakan konjungsi kausalitas, antara lain, sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, sehingga.
  2. Menggunakan konjungsi kronologis (hubungan waktu), seperti kemudian, lalu, setelah itu, dengan akhirnya.
  3. Menggunakan kata benda yg merujuk dengan jenis fenomena, bukannya dengan kata ganti penceritanya. Kata ganti yg dimaksud, misalnya, Kabupaten Bandung, burung, gerhana, kesenian daerah, perkembangan budaya Papua.
  4. Di dalam teks itu pun sering dijumpai kata teknis ataupun peristilahan, sesuai dengan topik yg dibahasnya.

Langkah-Langkah Menyusun Teks Eksplanasi
Langkah-langkah penyusunannya sebagai berikut.
  1. Menentukan topik ataupun suatu kejadian yg menarik, dikuasai, lalu aktual.
  2. Menyusun kerangka teks, yakni dengan mengembangkan topik utama ke dalam rincian-rincian topik yg lebih spesifik. Topik-topik itu boleh disusun dengan urutan kronologis ataupun kausalitas.
  3. Mengumpulkan bahan, berupa fakta ataupun pendapat para ahli terkait dengan kejadian yg dituliskan dari berbagai sumber, misalnya melalui observasi lapangan ataupun dengan studi literatur.
  4. Mengembangkan kerangka yg agak disusun menjadi teks eksplanasi yg lengkap lalu utuh dengan memperhatikan struktur bakunya: identifikasi fenomena/kejadian, proses kejadian, lalu ulasan. Perhatikan pula kaidah-kaidah kebahasaan yg berlaku dengan teks ekspalansi.

Kamis, 17 Oktober 2019

Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Bersama Unsur Pembangun Puisi

 Puisi adalah karya sastra  yg dipadatkan Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis,  bersama Unsur Pembangun Puisi

Pengertian Puisi
Puisi adalah karya sastra yg dipadatkan, dipersingkat, diberi irama dengan bunyi yg padu, bersama dipilihlah kata-kata kias.

Puisi merupakan hasil karya sastra yg disusun dengan menggunakan kata-kata sederhana yg imajinatif sesuai dengan struktur fisik bersama batin.

Ciri-Ciri Puisi
- Menggunakan bahasa yg padat
- Memperhatikan diksi
- Mempunyai daya imajinatif bersama figuratif
- Mempunyai rima
- Mempunyai irama
- Memperhatikan bentuk  (tipografi)

Jenis-Jenis Puisi
Jenis-Jenis antara lain puisi naratif, balada, romansa, bersama puisi lirik.
  1. Puisi naratif, mengungkapkan cerita alias penjelasan penyair. Puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam, yaitu balada bersama romansa. 
  2. Balada adalah puisi yg berisi cerita tentang orang-orang perkasa ataupun tokoh pujaan. Contohnya Balada Orang-orang Tercinta bersama Blues untuk Bonnie karya WS Rendra.
  3. Romansa adalah jenis puisi cerita yg menggunakan bahasa romantik yg berisi kisah percintaan, yg diselingi perkelahian bersama petualangan. 
  4. Puisi Lirik. Jenis puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam, misalnya elegi, ode, bersama serenada. Elegi adalah puisi yg mengungkapkan perasaan duka. Serenada ialah sajak percintaan yg beroleh dinyanyikan. Kata "serenada" berarti nyanyian yg tepat dinyanyikan dengan waktu senja. Sedangkan Ode adalah puisi yg berisi pujaan terhadap seseorang, sesuatu hal, alias sesuatu keadaan. 
  5. Puisi Deskriptif. Dalam jenis puisi ini, penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap keadaan/peristiwa, benda, alias suasana yg dipandang menarik perhatiannya. Jenis puisi ini yaitu: 1) Satire adalah puisi yg mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan, namun dengan cara menyindir alias menyatakan keadaan sebaliknya. 2) Puisi kritik sosial adalah puisi yg juga menyatakan ketidaksenangan penyair terhadap keadaan alias terhadap diri seseorang, namun dengan cara membeberkan kepincangan alias ketidakberesan keadaan/ orang tersebut. Kesan penyair juga beroleh kita hayati dalam puisi-puisi impresionistik yg mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal.

Unsur-Unsur Pembangun Puisi
Puisi dibangun oleh dua struktur yakni struktur fisik bersama stuktur fsikis (stuktur batin)

Struktur Pisik Puisi :
  1. Diksi, oleh Keraf disebut sebagai pilihan kata
  2. Imaji (citra) adalah gambaran-gambaran angan, gambaran pikiran, kesan mental alias bayangan visual bersama bahasan yg menggambarkannya. Citraan (imagery) adalah cara membentuk kesan mental alias gambaran sesuatu.  Situmorang membedakan citraan menjadi cintraan visual (pengelihatan), citraan auditif (pendengaran), citraan artikulatori (pengucapan), citraan alfaktori (penciuman), citraan gustatori (kecapan), citraan taktual (perabaan/perasaan), citraan kinestetik (gerak), bersama citraan organik.
  3. Kata Konkret adalah kata-kata yg digunakan penyair untuk menggambarkan suatu lukisan keadaan alias suasana batin dengan maksud untuk membangkitkan imaji pembaca.
  4. Majas (bahasa figuratif), adalah bahasa kias yg dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak alias pembacanya. Untuk menimbulkan kesan-kesan tersebut, bahasa yg dipergunakan berupa perbandingan, pertentangan, perulangan, bersama perumpamaan.
  5. Versifikasi, meliputi ritma, rima, bersama metrum Ritma adalah pergantian turun naik, panjang pendek, keras lembut ucapan bunyi bahasa dengan teratur. Rima adalah pengulangan bunyi di dalam baris alias larik puisi, dengan akhir baris puisi, alias bahkan juga dengan keseluruhan baris bersama bait puisi. Sedangkan metrum adalah irama yg tetap, artinya pergantiannya sudah tetap menurut pola tertentu.
  6. Tipografi yakni bentuk alias susunan baris puisi

Struktur Batin Puisi :
Menurut Waluyo struktur batin mencakup tema, perasaan penyair, nada alias sikap penyair terhadap pembaca, bersama amanat.
  1. Tema adalah ide pengarang dalam puisi alias sesuatu yg menjadi pikiran pengarang.
  2. Nada adalah sikap penyair kepada pembaca.  Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi.
  3. Perasaan adalah perasaan penyair yg terekspresikan di dalam puisi
  4. Amanat adalah hal yg mendorong penyair untuk menciptakan puisi.
Unsur pembangun puisi beroleh dilihat dengan pembahasan Unsur-Unsur Pembentuk Puisi

Langkah-Langkah Menulis puisi
  1. Menentukan tema puisi.
  2. Menuliskan yg terlintas dalam pikiran sejelas mungkin sesuai dengan tema yg dipilih
  3. Mengembangkan pilihan kata yg sudah dipilih ke dalam larik-larik beraturan.
  4. Menyusun larik-larik puisi menjadi bait dengan memperhatikan rima alias persamaan bunyi.
  5. Memberi judul puisi.

Hal yg diperhatikan saat membaca puisi
- Ekspresi
- Intonasi
- Lafal
- Tekanan


Referensi:
Jabrohim, dkk, 2003. Cara Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kosasih, E. 2020. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII K13. Jakarta: Kemdikbud RI.