Tampilkan postingan dengan label Membaca Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Membaca Sastra. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2019

Latihan Soal Un | Membandingkan Pola Pengembangan Cerpen Lalu Fabel

Latihan Soal UN | Membandingkan Pola Pengembangan Cerpen 

Contoh Soal Membandingkan Pola Pengembangan Cerpen 

1. Bacalah kedua teks berikut!
Teks 1
Ini akhir dari sebuah perjuangan. Kini Birgita hidup tenteram bersama suaminya, Emilio Chris Pamungkas, walaupun hanya sebagai pedagang asongan di lampu merah TMII.

“Bang, kita harus cepat kasih tau ibu. Ini masalahnya sudah serius,” kata Birgita suatu hari. Emilio Chris Pamungkas diam sejenak, matanya menerawang ke luar jendela. “Baik, kita bakal minta bantuan ibu lagi, walaupun sebenarnya saya sudah malu, minta bantuan ibu terus,” kata Emilio dengan suara nyaris tidak terdengar.

Emilio beserta Birgita memutuskan untuk menikah. Emilio anak tunggal, begitu pun Birgita. Kedua ayah bunda mereka sebenarnya tidak setuju. Namun karena keteguhannya, kedua ayah bunda mereka mengalah.

Teks II
Braaaakkkk!! Polin menggebrak meja. Matanya keluar semua,  bahkan yg hitamnya semakin masuk ke atas. Dia nampak seperti orang kesurupan. Giginya mengatup mengeluarkan suara gemeretuk. Dia marah sama Fajar yg sudah pernah dianggapnya lalai.

Polin beserta Fajar adalah berteman sejak di bangku SD. Pertemanan mereka berlanjut ke SMP bahkan mereka satu kelas. Mereka saling memahami sifat satu sama lainnuya.

Fajar meminta maaf  kepad Polin. Dia mengakui kecerobohannya. Polin menerima uluran tangan dari Fajar. Polin berpesan supaya lebih hati-hati lagi. mereka damai kembali beserta untuk merayakannya, mereka makan bersama.

Perbedaan pola pengembangan kedua teks tersebut adalah ...
A. Teks I dimulai dengan garis besar cerita, teks II dimulai dengan aksi.
B. Teks I dimulai dengan uraian tokoh, teks II dimulai dengan lokasi.
C. Teks I dimulai dengan lokasi, teks II dimulai dengan uraian tokoh.
D. Teks I dimulai dengan aksi, teks II dimulai dengan garis besar cerita.

2. Bacalah kedua teks berikut!
Teks I
“Chendy, Chendy, Chendy, bangun, Nak!” teriak Ibu Sulyem dari luar kamar. Ketika tidak ada jawaban Ibu Sulyem  masuk beserta menggoyangkan badan Chendy. Ibu Sulyem terkejut. “Hah! Badanmu meriang sekali. Cepat bangun, kita langsung ke dokter saja.” Seisi rumah menjadi heboh. Ayah, Mahendra, Kakak Chendy, beserta Dicki supir keluarga Chendy ikut panik.

Teks II
Gunung Marbela sudah lama tidak menunjukkan aktivitasnya. Gunung ini dijadikan objek wisata oleh masyarakat sekitarnya. Selain pemandangannya indah di Gunung Marbel juga tumbuh bunga langka yg hanya tumbuh di Gunung Marbel. Tidak mengherankan bila liburan, banyak wisatawan berkunjung ke sana.

Perbedaan pola pengembangan kedua teks tersebut adalah ...
A. Teks I dimulai dengan lokasi, teks II dimulai dengan aksi.
B. Teks I dimulai dengan aksi, teks II dimulai dengan lokasi.
C. Teks I dimulai dengan garis besar masalah, teks II dimulai dengan aksi.
D. Teks I dimulai dengan lokasi, teks II dimulai dengan garis besar masalah.

3. bacalah kedua teks berikut!
Teks I
Rasanya sudah lama benar aku tertidur. Punggungku pegal-pegal karena lama terbaring. Aku terbangun mendengar kicau burung di pohon. Rasanya baru kali itulah aku sadar bahwa suara burung amat merdu. Akan tetapi, tak lama-lama aku berbaring mendengarkan bunyi yg mengagumkan hatiku itu. Dengan cepat aku berdiri beserta meninggalkan rumah yg sekian lama menjadi tempat aku disekap.

Teks II
“Krriing...!” Telepon di rumah Aris berdering. Ibu mengangkatnya beserta berkata, “Halooo...oh, mau berbicara dengan Aris? Sebentar ya. Dari mana?” Kemudian ibu masuk ke kamar Aris. Aris sedang belajar di meja belajar. “Telepon dari Rudi, Ris” kata ibu. Aris menoleh wajahnya dengan kurang senang.

Perbedaan pola pengembangan kedua teks tersebut adalah ...
A. Teks I menggambarkan aksi, teks II mengawali dengan problema tokoh.
B. Teks I menggambarkan garis besar masalah, teks II menyajikan lokasi cerita
C. Teks I mengawali dengan problema tokoh, teks II mengawalinya dengan garis besar masalah.
D. Teks I menyajikan permasalahan, teks II menggambarkan aksi.


Kunci Jawaban: A, B, D

Selasa, 19 November 2019

Latihan Soal Un | Menyimpulkan Makna Simbol Dalam Cerpen Lagi Fabel

Menyimpulkan Makna Simbol dalam Cerpen lalu Fabel
1. Bacalah teks berikut!
Seekor kupu-kupu terbang lalu hinggap di bunga yg satu ke bunga yg lain. Sayapnya warna-warni. Setiap orang yg melihatnya mengaguminya lalu membiarkannya hinggap di
kepalanya.

Warna-warni pada teks tersebut simbol dari ...
A. ketakutan
B. kegalauan
C. keramaian
D. keindahan
2. Bacalah teks berikut!
Sekumpulan semut hitam terus merayap di dahan lalu terus berjalan cepat ke ujung ranting. Didapatinya sepucuk daun dan dibawanya beramai-ramai ke dalam sarangnya. Daun yg lebar lalu berat becus dengan beringsang ringan diangkat beramai-ramai.

Daun pada teks tersebut simbol dari ...
A. doa
B. nasihat
C. rezeki
D. pekerjaan

3. Bacalah teks berikut!
Api Abadi Mrapen dimanfaatkan sebagai sumber obor berbagai kegiatan. Pekan Olahraga
Nasional juga sering memanfaatkan Api Mrapen sebagai obor yang dibawa secara estfet
oleh para atlet dari kota satu ke kota lain. Dengan obor ini para atlet bersemangat untuk
mengikuti berbagai kegiatan olahraga.

Makna simbol obor kepada teks tersebut adalah ...
A. gembira
B. persatuan
C. semangat
D. rajin

4. Bacalah kutipan cerita berikut!
Aku mempunyai pengalaman yg menyayat hati. Pas pulang sekolah. Kulihat bendera kuning sepanjang jalan. Ternyata bendera kuning itu dari rumahku. Setiap mengingat pengalaman ini selalu berurai air mata. Pengalaman itu kualami beberapa bulan yg lalu. Aku ditinggalkan pergi oleh adik kesayanganku.

Makna simbol bendera kuning dalam kutipan cerita tersebut adalah ....
A. orang meninggal
B. orang sakit
C. orang hilang
D. orang pergi

5. Bacalah teks berikut!
Dalam pertandingan itu mereka tidak mau melempar handuk meskipun lawan begitu kuat.

Makna simbol melempar handuk dalam kalimat tersebut adalah ....
A. memberi cambuk
B. ikut bergerak terus
C. memberikan dukungan
D. memberikan pembelajaran

Lihat selengkapnya:
Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Senin, 18 November 2019

Latihan Soal Un | Menunjukkan Bukti Latar Beserta Watak

Contoh Soal Menunjukkan Bukti Latar beserta Watak

Menunjukkan Bukti Watak
1. Bacalah teks berikut!
(1) Hari Minggu besok kita libur, kamu mau pergi ke mana, Ra?” tanya Sari sepulang sekolah. Sara menggerleng, “Gak ke mana-mana, Ri. Mungkin baca buku! Kamu?” Sara balik bertanya.
(2) “Sama, Ra. Aku bantu ibu bikin kue. Kamu kenal tante Arin, kan? Tetangga sebelahku. Tante Arin pesan kue. Banyak lagi ...”
(3) “Ooooo ..., “ mulut Sara membulat.
(4) “Ya sudah, sampai ketemu ya,” Sari melambaikan tangan.
(5) “Minggu pagi kutunggu kamu di rumah, ya,!” teriak sara.
(6) “Yaaa ....” Sari berlari ke rumahnya tanpa menoleh.

Kalimat yg membuktikan Sari rajin membantu ibu adalah ...
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)

2. Bacalah teks berikut!
(1) “Ma, perutku sakit sekali. Sebelah sini, Ma.” Aku menunjuk bagian lambung. (2) Mama tampak lebih khwatir lagi karena takut terjadi apa-apa padaku. Mama lalu mengajakku ke dokter. (3) “Tapi, Ma, hari ini, kan aku ada ulangan bahasa Indonesia jam pertama. (4) “Nanti, ulangan susulan saja. Kalau tidak diobati sekarang, nanti makin parah. (5) Kalau kamu masuk rumah sakit saat ulangan umum minggu depan, bagaimana?” bujuk Mama.

Kalimat yg membuktikan tokoh mama penyanyang adalah nomor ...
A. (4)
B. (3)
C. (2)
D. (1)

3. bacalah teks berikut!
Lalu setelah pelatihan itu, ia bercerita kepadaku bahwa selama melatihkan drama ia baru bisa di rumah setelah jam dua malam, sedangkan pagi ia sudah meninggalkan rumah sekitar jam delapan.

“Seorang pun di antara teman-teman tidak lah ada yg mau berkorban seperti aku,” katanya.

“Aku juga tidak atas mau pulang larut malam seperti itu kalau aku turut dalam drama itu,” katanya.

“Meski pertunjukan drama bisa gagal?” sindirnya.

“Iya, aku tidur peduli dengan itu,” kataku lagi.

Watak tokoh “aku” dalam teks tersebut adalah ....
A. pekerja keras
B. pencemas
C. kejam
D. egois

3. Bacalah teks berikut!
Dian beserta Dani sedang terlibat perbincangan yg serius di kantin. “Proposal kegiatan sosial kemarin disimpan siapa ya?” tanya Dani. Dian yg ditanya mengatakan tidak tahu. Mendengar jawaban itu Dani semakin emosi. “Kamu kan sekretaris OSIS. Ini tugasmu,” kata Dani suara keras.

Watak tokoh Dian adalah ...
A. tak acuh
B. peduli
C. tegas
D. sabar

4. bacalah teks berikut!
“Yan, bagaimana menurutmu kalau celengan ayammu tidak usah kamu gunakan untuk membeli playstation?”
“Lalu buat apa, Bu?” tanyaku pelan.
“Ibu mempunyai rencana untuk memperluas kios kita dengan barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya. Kamu mengerti masudku, Yan?”
“Iya, Bu jawabku. Celengan ayam yg kukumpulkan sejak kelas VII itu aku ikhlaskan untuk keperluan ibuku.

Tindakan terpuji tokoh Yan dengan teks teks tersebut adalah ...
A. Ibu meminta celengan anakknya.
B. Si “aku” ingin membeli playstation.
C. Si “aku” rela uang celengannya untuk ibu.
D. Anaknya suka menabung di celengan ayam.

5. Bacalah teks berikut!
“Jadi, yg menyandra cucuku itu siapa?” tanya kakek Amelia bingung. “Aku memang tidak pernah disandera siapa-siapa, kek?”
“Tolong lepaskan Mbah Gondrong yg menyelematkan kami!” Pinta Amelia “Iyaa...dan tidak ada genderuwo dalam Hutan Sentana!”
“Mbah Gondrong justru merawat Hutan Sentana,” dukung Kuncung.

Tindakan terpuji yg terdapat dalam teks tersebut adalah ...
A. Mbah Gondrong orang yg baik.
B. Mbah Gondrong merawat Hutan Sentana.
C. Mbah Gondrong genderuwo Hutan Sentana.
D. Mbah Gondrong tidak pernah menyandra siap-siapa.

6. Bacalah teks berikut!
“Kita harus pulang ke Suka Ramai. Ayahmu benar. Kau agak memberikan malu dengan keluarga kita. Kau tidak boleh lagi datang ke rumah ini kalau tidak  mau mengubah perangaimu!!”

Masir menangis keras. Kemudian kakek berpesan, “Tidurlah. Besok pagi kau kuantar ke Suka Ramai. Kau harus bersekolah kembali. Bersekolah dengan  teratur. Sadarilah, cucuku ayah beserta ibumu sangat susah kalau kau malas. Jangan buta huruf seperti kakek. Kakek menyesal karena lengah belajar di waktu kecil. Kakek ingin kembali seperti anak-anak supaya bisa bersekolah.”

Masir heran kenapa kakek berpesan demikian. Kakek melanjutkan, “Sesal kemudian tidak berguna cucuku. Selagi demam orang muda tuntutlah ilmu. Carilah pengetahuan sebanyak-banyaknya!’

Masir terisak-isak. Kakek melanjutkan, “Kakek merasa malu dengan gurumu. Gurumu menasihati kakek.

“Kakek salah, selama ini memanjakan kau.” Kakek menghela napas dalam-dalam. Insyaflah, Cucuku! Tidak boleh manja lagi.”

Tindakan terpuji yg terdapat dalam teks tersebut adalah ...
A. Kakek menasihati cucunya.
B. Masir menangis terisak-isak.
C. Masir menyadari kesalahannya.
D. Kakek menyuruh Masir Pulang.

Selain contoh di atas, berikut ini adalah soal yg dikutip dari naskah UNKP SMP/MTs 2020
1. Bacala kutipan teks cerita berikut!
(1) Kalau tidak, tentu agak berkurang satu lowongan kerja untuk tukang kebun keliling seperti dia. (2) Dua hari yg lalu itu kukemas pakaian-pakaian bekas anak-anak yg sudah tidak muat lagi mereka kenakan. (3) Aku yg menyisihkan pakaian-pakaian tua milkku, begitu juga milik istriku. (4) Pakaian-pakaian bekas itu kuberikan kepadanya, di samping upah yg dia terima. (5) Kami sebenarnya bukanlah orang yg mampu. (6) Tapi kebiasaan seperti itu agak ditanamkan orang tuaku sejak aku masih kecil.

Bukti watak tokoh aku pemurah terdapat dengan kalimat ...
A. (2)
B. (3)
C. (4)
D. (5)

2. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
(1) Saat pelajaran dimulai Rio hanya fokus dengan ponselnya saja. “Rio, ssst Rio udah berhenti main ponselnya, “Tegur Fikri kepada Rio dengan nada pelan. “Kenapa? Tanggung ini lagi seru mainnya,” Jawab Rio. “Ayo, fokus dengan pelajaran,” Tegur Fikri kepada Rio. (2) Ternyata diam-diam Pak Widi memperhatikan mereka yg sedang berbisik-bisik itu. “Fikri beserta Rio apa yg kalian bicarakan? Dari tadi kalian hanya berbicara saja.” Tegur Pak Widi kepada mereka berdua. “Nggh ini, Pak si Rio... si Rio ...” demam respons Fikri dengan ragu-ragu. “Ada apa dengan Rio Fikri?” potongnya. “Si Rio dari tadi tidak memperhatikan saat Bapak menjelaskan tadi,” demam respons Fikri. (3) “Apa benar Rio kamu tidak memperhatikan saat Bapak menejelaskan di papan tulis tadi?” Tanya Pak Widi kepada Rio. “I... iya Pak,” demam respons Rio dengan terbata-bata.
(4) Tanpa pikir panjang Pak Widi segera bergegas menuju tempat duduk mereka bedua. “Coba keluarkan ponselmu, tegur Pak Widi kepada Rio dengan nada tinggi. (5) “B... baik ini, Pak,” sahut Rio sambil mengeluarkan ponsel beserta memberikan kepada Pak Widi. “Pasti ponsel ini yg membuat kamu tidak memperhatikan Bapak tadi, benar bukan?” tanya Pak Widi. “Iya Pak,” jawabnya dengan lesu beserta menahan malu.
(6) “Mulai hari ini Bapak atas memegang sementara ponsel ini kalau kamu ingin ponsel ini kembali, temui Bapak bersama demam wali; ki sesepuh kamu besok di ruang guru,” kata Pak Widi. Pak Widi pun langsung melanjutkan pelajaran hingga bel istirahat berbunyi.

Bukti watak toko Pak Widi tegas terdapat dengan bagian ...
A. (2)
B. (3)
C. (4)
D. (6)

3. Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) Sekembalinya ayahku dari undangan guru mengajiku, aku dibawa pulang. (2) Di rumah lima jari mendarat di pipiku. (3) Ayahku berteriak, kobaran api membakar langit kepalanya, “Masih mau mencuri lagi?”
(4) “Tidak!” Jawabku penuh ketakutan. Air mataku pun berguguran.
(5) “Kalau ternyata mencuri lagi. bagaimana?”
(6) Aku diam. Aku menyerahkan jawabannya kepada ayah.

Bukti watak tokoh ayah kasar dengan cuplikan cerpen tersebut adalah ditandai dengan nomor ...
A. (1)
B. (2)
C. (4)
D. (5)


Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Latihan Soal Un | Menyimpulkan Isi Tersirat Dalam Cerpen/Fabel

Isi tersirat dalam cerpen/fabel adalah nilai ataupun makna yg tersembunyi di dalam teks. Isi tersirat tersebut hendak diketahui ketika selesai dibaca. Isi tersirat dalam teks cerpen/fabel seperti nilai moral, nilai sosial, nilai pendidikan, dll.

Contoh Soal Menyimpulkan Isi Tersirat dalam Cerpen/Fabel
1. Bacalah teks berikut!
Tiba-tiba aku terkenang masa laluku. Masa dua tahun yg lalu. Saat itu aku mempunyai seorang sahabat, seorang bocah sebayaku, yg bernama Adiet. Saat itu kakiku masih mampu tegak berdiri. Masih mampu berlari cepat. Aku belum lumpuh seperti sekarang ini.

Adiet yg baik, ia selalu mengajak aku ke mana pun ia pergi. Misalnya, saat ia piknik bersama ayah, ibu, bersama seorang adiknya.

“Besok kami hendak ke Cibodas kau mau ikut, San?” Ajak Adiet.

‘Besok?” aku seakan berpikir. Kulirik ibu yg saat itu berada di antara kami. Ibu tersenyum, tetapi hatiku bimbang.

Nilai moral yg terdapat dengan teks tesebut adalah ....
A. Seorang sahabat senantiasa setia kawan.
B. Kita tidak pernah melupakan masa lalu.
C. Jangan memaksakan kehendak kepada teman.
D. Seseoang anak meminta izin dengan ibu/orang tua.

2. Bacalah teks berikut!
Kira-kira seratus meter kakiku tersandung, lalu jatuh. Beberapa orang yg kebetulan ada di pinggir jalan mula-mula hanya menengokku. Tapi ketika aku tak bisa bangun, mereka datang menolongku. Bagaikan salah seorang dari keluargaku, mereka dudukkan aku.

Nilai moral yg terdapat dengan teks tesebut adalah ....
A. menghargai orang lain
B. tolong-menolong
C. teguh pendirian
D. tidak peduli

3. Bacalah teks berikut!
Pagi-pagi Durahim bersama kawan-kawannya sudah berkumpul di depan kawasan pengolahan bata. Mereka menunggu pemilik pabrik membuka pintu. Durahim bermain gendang dengan memukuli meja kayu reot di gardu itu. Ujang berjoget seirama gendang sambil menyanyi lagu dangdut. Mereka, para pengolah bata merasa terhibur walau hanya seperti itu.

Nilai sosial dengan teks tersebut adalah ...
A. mencari hiburan dengan cara sederhana
B. bernyanyi untuk mencari kepuasan
C. bermain gendang menunjukkan kegemaran
D. menunggu pemilik pabrik sambil bergoyang

4. Bacalah teks berikut!
Pagi ini aku datang lebih awal di sekolah. Kucari Fauzi di kelas, tetapi dia tidak ada. Sampai lima menit sebelum bel masuk, Fauzi belum datang.
Bu Santi sudah datang bersama mengabsen kami. Tak lama kemudian Fauzi datang.
“Selamat pagi Bu,” ucap Fauzi saat memasuki ruang. “ Selamat pagi juga, mengapa kamu terlambat lagi?” tanya Bu Santi.
“Saya tertidur Bu,” meriang sambutan Fauzi.
“Sudah sana ke tempat dudukmu bersama keluarkan tugasmu!” Perintah Bu Santi.
Fauzi ternyata tidak mengerjakan lagi tugas yg diberikan  Bu Santi. Bu Santi akhirnya memberi hukuman dengan Fauzi.

Amanat yg terdapat dalam teks cerita tersebut adalah ...
A. Datanglah ke sekolah pagi-pagi sekali.
B. Jangan mau dihukum guru di pagi hari.
C. Ucapkan selamat pagi dengan semua guru.
D. Taatilah perintah guru.

5. Bacalah teks berikut!
“Jika aku mendengar engkau berbicara tadi, seakan aku yakin padamu. Dan ada timbul rasa sayangku padamu, “ kata Isye. “Akan tetapi, timbul keraguan lagi padaaku, apakah itu semua tidak permainan kata-kata saja padamu, lagi pula engkau seorang muda, tapi tiba-tiba sudah pernah jadi kaya raya begini. Rasanya seakan menjijikkan orang-orang meriang peria ikut tidak tahu apakah meski kulaporkan enkau , yon?”

Suyono terdiam menatap malam di depan kaca mobil. Dalam pikirannya timbul pengakuan “Enkau benar Is, engkau tahu aku, aku sendiri tidak tahu siapa aku bersama aku mau apa, aku pun sudah kehilangan pengangan, penuh kegelisahan bersama ketakutan.

Amanat yg terdapat dengan kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Hendaklah mengenal diri sendiri!
B. Hendaklah mengenal diri orang lain!
C. Hendaklah memperkaya diri sendiri!
D. Jangan berprasangka buruk dengan orang lain!

KUNCI: A, B, A, D, A
Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Minggu, 17 November 2019

Latihan Soal Un | Menyimpulkan Sebab Akibat Konflik

Latihan Soal UN | Menyimpulkan Sebab Akibat Konflik

Contoh Soal Menyimpulkan Sebab Akibat Konflik
1. Bacalah teks cerita berikut!
Berbagai pikiran buruk menghantui kepala yg penat beserta tubuh yg lelah. Kemanakah engkau gadis kecil? Mungkinkah anak gedongan itu sedia tewas? Parameter pencarian demikian luas. Flo bisa saja tidak menuruni lereng menuju kembali melainkan kolor maju terus ke puncak ataupun berjalan berputar-putar mengelilingi lereng, tersesat dalam fatamorgana sampai habis tenaganya.

Simpulan akibat dari konflik tersebut adalah ...
A. Pencarian terhadap tokoh belum berhasil ditemukan.
B. Pencarian tokoh dilakukan di lereng beserta di lembah.
C. Pencarian terhadap tokoh dihentikan karena lelah.
D. Pencarian terhadap tokoh dihentikan karena tokoh tewas.

2. Bacalah kutipan teks berikut!
Suatu hari di hutan lindung di Amerika Serikat, ada dua binatang yg selalu berteman bernama Bee, lebah, beserta Bear, beruang. Mereka selalu bekerja sama untuk mencari makan. Bear menunjukkan letak bunga yg terdapat nektarnya beserta Bee hendak membuat madu untuk bear. Sebab itu mereka berteman.
Bee mempunyai cadangan madu yg banyak untuk Bear karena hari ini Bear berulang tahun. Karena hadiah ulang tahunnya berupa kejutan, Bee berpura-pura menusuk hidung Bear yg sedang tidur. Bear langsung marah beserta menjatuhkan sarang buruh sampai telur pecah. Ia juga menginjak-nginjak kebun wortel  punya rabbit, kelinci, bahkan mencakar-cakar pohon dengan kuku-kukunya yg tajam.

Penyebab konflik dengan teks tersebut adalah ....
A. Bear berulang tahun
B. Bee menjahili Bear
C. Bee berulang tahun
D. Bear menjahili Bee

3. Bacalah kutipan teks berikut!
Di sebuah kolam yan besar hiduplah seekor kadal. Suatu hari kadal itu berjalan-jalan di pinggir kolam. Kadal sangat ingin mencoba keiatan baru yaitu berpetualang.
Tiba-tiba dalam kolam kolor pegari sebuah kepala yg melenggak-lenggok seperti sedang mencari sesuatu. Kadal mendekati mahluk itu beserta dia sedikit kaget ternyata ada seekor ular air. Ular air mengajak sang Kadal untuk berpetualang menyeberangi kolam, tetapi sang Kadal merasa takut. Namun ular air setengah memaksa kadal untuk ikut bersamanya.
“Sebaiknya kamu berhati-hati,” tiba-tiba seekor katak berbisik kepada sang kadal.

Penyebab konflik dengan teks tersebut adalah ....
A. Katak berbisik kepada sang kadal supaya berhati-hati.
B. Kadal merasa ketakutan karena dipaksa oleh ular air.
C. Kadal kaget ternyata ada seekor ular di dalam kolam.
D. Katak menganjurkan kadal untuk pergi berpetualang.

4. Bacalah teks berikut!
Di hutan di pinggiran desa, ada seekor kelinci yg sombong. Dia suka mengejek hewan-hewan lain yg lebih lemah. Hewan-hewan seperti kura-kura, siput, semut, beserta hewan kecil lain tidak ada yg suka kepada kelinci sombong itu.

Suatu hari, si kelinci berjalan dengan angkuh beserta bertemu dengan kura-kura.

“Hei kura-kura, si lambat, kamu jangan jalan aja dong .... larilah biar cepat sampai,” kata kelinci sambil mencibir.

“Biarlah kelinci, memang jalanku lambat, yg penting aku sampai dengan selamat daripada cepat-cepat nanti jatuh beserta terluka,” kolor elakan kura-kura dengan tenang.

“Hei kura-kura bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau menang aku hendak beri hadiah,” sambil tertawa dalam hatinya dia berkata, “Mana mungkin dia bisa mengalahkanku.”

Karena takut dengan ancaman kelinci, kura-kura akhirnya mau bertanding dengan kelinci beserta Pak Serigala menjadi wasitnya.

“Oke, ... satu ... dua ... tiga ... mulai!” Pak Serigala memberi aba-aba. Kelinci segera meloncat mendahului kura-kura.

“Ayo kura-kura, lari dong ... !” teriak kelinci. “Baiklah aku tunggu di sini ya!” teriaknya dari kejauhan. Kelinci duduk-duduk sambil bernyanyi. Tidak lama kemudian ia tertidur.

Dengan pelan tapi pasti kura-kura melangkah sekuat tenaga beserta diam-diam melewati kelinci. Pertandingan pun akhirnya dimenangkan oleh kura-kura.

Kura-kura hanya meminta agar kelinci tidak sombong lagi. kelinci pun berjanji sejak saat itu ia tak hendak sombong beserta mengejek lagi.

Penyebab konflik cerita dengan teks tersebut adalah ....
A. Kelinci beserta kura-kura berlomba lari
B. Kelinci meremehkan kemampuan lari kura-kura
C. Kura-kura meminta agar kelinci tidak sombong
D. Kura-kura menjawab cibiran kelinci dengan tenang

Lihat selengkapnya:
Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Sumber: Naskah Soal UNKP SMP/MTs 2020

Latihan Soal Un | Membandingkan Penggunaan Bahasa Cerpen/Fabel (Bagian I)

Latihan Soal UN | Membandingkan Penggunaan Bahasa Cerpen/Fabel

Contoh Soal Membandingkan Penggunaan Bahasa Cerpen/Fabel
1. Bacalah kedua kutipan berikut!
Teks I
“Ulah!” semata-mata tahayyul! Jika kita mesti memberi arti kepada segala pertanda yg menjadi kepercayaan orang terdahulu, niscaya kita tak kan angsal bersenang hati, karena sepanjang hari ada sajalah pertanda yg timbul. Lihat, belanga dijilat api, kata orang hendak kedatangan tamu; marilah kita nantikan benar tidaknya. Perkara sanggul terlepas, itu janganlah engkau cemaskan benar. Sebab engkau merindukan suamimu, segala ilmu sudah berubah.

Teks II
“Oh, bukan dalam artian merayu, Pak. Dia bersikap hormat dengan kagum. Seakan Arya Kusuma itu juru selamatnya. Tentu saja Arya girang sekali. Kentara sikapnya yg melambung. Tetapi isterinya kelihatan tak begitu tertarik kepada kami. Dia tampaknya bosan. Rupanya mereka berdua tak punya anak.

Perbedaan penggunaan bahasa kedua teks tersebut adalah ...
A. Teks I: memakai bahasa Melayu
     Teks II: memakai bahasa Indonesia
B. Teks I: banyak menggunakan kata penghubung
     Teks II: menggunakan bahasa kiasan
C. Teks I: menggunakan bahasa daerah
     Teks II: menggunakan bahasa Melayu
D. Teks I: bahasa kolor berlebih-lebih dipahami
     Teks II: bahasa sulit dipahami

2. Bacalah kutipan teks berikut!
Teks I
Yang begini urusan rumah tangga susahnya hidup sekarang ini, semua berlaku bagai acuh tak acuh juga. Kepentingannya hanyalah kesenangan dirinya. Burungnya lebih perlu kepadanya daripada anak-anaknya. Hampir tak pernah ia bertanya, bagaimana sekola Aleh dengan Enah.

Teks II
Pada awalnya Mona selalu bersikap dingin kepada Evan karena Mona tida pernah menyukai Evan. Namun, akhirnya sedikit demi sedikit Mona mulai menyayangi Evan dengan sudah mulai melupakan sahabatnya yg pergi tanpa kabar. Dan dia sedia bahagia bersama Evan.

Perbedaan ciri penggunaan bahasa percakapan kedua teks di atas adalah ....
A. Teks I: bahasa lugas,
     Teks II: bahasa klise
B. Teks I: bahasa sehari-hari,
     Teks II: bahasa klise
C. Teks I: klise,
     Teks II: lugas
D. Teks I: bahasa sehari-hari,
     Teks II: bahasa lugas

3. Bacalah kedua kutipan berikut!
Kutipan I:
Aku punya seorang abang: Paiman. Dia kolor mencongol kepada hari pasaran paing, maka dinamai dia dengan suku depan Pai. Aku tiga tahun lebih kolor enom dinamai: Sanikem. Ayahku bernama Sastro Tomo setelah kawin.

Kutipan II:
Dua tahun sudah terlampau setelah kejadian hal ihwal yg diceritakan di atas. Bagi keluarga Hanafi sudah dipandang keluar dari kaum. Ia sudah menjadi 'Olando'.

Perbedaan penggunaan bahasa kepada kedua kutipan novel tersebut adalah ...
A. Kutipan I: menggunakan bahasa melayu
     Kutipan II: menggunakan bahasa pergaulan
B. Kutipan I: menggunakan bahasa sehari-hari
     Kutipan II: menggunakan bahasa resmi
C. Kutipan I: menggunakan bahasa bebas
     Kutipan II: menggunakan bahasa bebas
D. Kutipan I: menggunakan bahasa melayu
     Kutipan II: menggunakan bahasa daerah

Kunci: A, C, D
Lihat selengkapnya:
Contoh Soal Membandingkan Penggunaan Bahasa Cerpen/Fabel (Bagian II) 
Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Sabtu, 16 November 2019

Latihan Soal Un | Menentukan Makna Kata Dalam Cerpen Kepada Fabel

Latihan Soal UN | Menentukan Makna Kata dalam Cerpen beserta Fabel

Contoh Soal Menentukan Makna Kata dalam Cerpen beserta Fabel

1. Bacalah teks berikut!
Meskipun kedua burung itu bersahabat, mereka memilliki tabiat yang sangat berbeda. Merak selalu kelihatan rapi, sedangkan gagak tampak begitu jorok. Gagak jarang membersihkan tubuh beserta makan apa saja. Merak rajin sekali membersihkan tubuh beserta hanya makan buah beserta sayur segar. Merak selalu menjaga kebersihan sarangnya. Berbeda dengan merak, gagak tak peduli dengan sarangnya yg penuh dengan sampah.

Makna kata yg bercetak miring dengan teks di atas adalah ....
A. Tingkah laku
B. Cara makan
C. Cara berjalan
D. Cara berbusana

2. Perhatikan teks berikut!
Di ruangan kedap suara sederhana berukuran 4x4 meter, Yohana Sepriana Puling (16), ataupun biasa dipanggil Rina, tampil bak penyiar radio profesional. Ia begitu percaya diri menyapa para pendengar radio komunitas 'Suara Kenari' FM 107,7 MHz yg menjangkau radius tujuh kilometer.

Makna kata kedap suara dengan teks di atas adalah ...
A. boleh dimasuki suara
B. tidak boleh dimasuki suara
C. suara terdengar besar
D. suara terdengar menggelegar

3. Bacalah teks berikut!
Biasanya saya memulai perjalanan dengan jalan tikus. Saya tidak melewati jalan yg sebenarnya. Walau melewati jalan tikus sungguh melelahkan, tetapi itu yg biasa saya lakukan.

Makna kata yg bercetak miring dengan teks di atas adalah ...
A. jalan yg kecil-kecil, jalan setapak
B. jalan raya ataupun jalan besar
C. jalan persembunyian tikus
D. tempat tikus berjalan



Kunci: A, B, A
Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Kamis, 14 November 2019

Contoh Soal Menentukan Amanat Dalam Kutipan Cerita (Cerpen, Novel, Fabel, Dsb)

Contoh Soal Menentukan Amanat dalam Kutipan Cerita : Amanat dalam cerita adalah pesan yg ingin disampaikan oleh pengarang di dalam cerita. Amanat kadang disampaikan secara meriang jelas maupun tersirat.  Amanat merupakan bagian dari unsur intrinsik karya sastra. Berikut ini contoh soal menentukan amanat dalam kutipan cerita (cerpen, novel, fabel, dsb).

1. Bacalah kutipan cerita berikut dengan seksama!
Suatu hari, karena begitu laparnya, ia makan semua makanan yg ada di meja, termasuk jatah makanan kedua orang tuanya. Sepulang dari ladang, bapaknya yg lapar mendapati meja yg kosong tak ada makanan. Marahlah hatinya, karena tidak bisa menguasai diri, keluarlah kata-katanya yg  kasar. "Dasar anak keturunan ikan!" Seketika itu juga, isteri beserta anaknya hilang dengan gaib. Ia menyesal atas perbuatannya. Karena ucapannya tersebut, ia sedia melanggar janji dengan isterinya.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Karena nila setitik mau rusak susu sebelanga.
B. Jangan meriang sepele marah agar tidak menyesal.
C. Selesaikan segala persoalan dengan bermusyawarah.
D. Biasakan hidup sederhana jangan foya-foya.

2. Bacalah kutipan cerita berikut!
"Jangan tanya bagaimana hidup di kota, jangan paksa aku untuk mengisahkannya. Sudahlah! Mending kita bicara yg lain saja,” buru-buru kalimat itu meluncur dari bibirku sebelum Parjo sempat menanyakannya. Bukannya enggan, takutnya kisah kota malah membebaninya. Bagaimana tidak, setengah lima pagi aku harus sudah bangun, mandi beserta bergegas pergi ke ujung gang kampung tempat aku mengontrak sebuah rumah sederhana di sana sebelum jam menunjukkan pukup lima. Telat sedikit saja bisa ketinggalan bus jemputan perusahaan tempatku bekerja. Belum lagi, bahaya yg harus kulalui.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Tuturkan kondisi hidup di kota kepada setiap orang yg terdekat.
B. Sampaikan pengalaman hidup di kota dengan bijaksana.
C. Hadapi hidup ini dengan tegar beserta bersemangat.
D. Bantu teman lama di desa dengan ikhlas.

3. bacalah kutipan cerita berikut!
“Hai Merak, bulumu begitu bagus, bagaimana bisa kau memiliki bulu sebagus itu?” tanya kancil penasaran.
“Semua itu karena pemberian Yang Mahakuasa, aku hanya mensyukurinya.”
“Ah, bohong kamu pasti tahu cara mendapatkan bulu-bulu indah itu,” kancil tidak percaya kuasa Tuhan. Ia ingin memiliki bulu merak.
Kancil tidak sabar dia menginginkan bulu merak lalu Merak pun menempelkan bulunya di tubuh kancil dengan getah karet.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Hidup harus dinikmati.
B. Hidup tidak boleh puas.
C. Mensyukuri pemberian Tuhan.
D. Jangan menyalahkan orang lain.

4. Bacalah kutipan cerita berikut!
"Maafkan saya, Rinda. Saya memang khilaf waktu itu," kataku pelan. Akhirnya meriang tepercul juga kata-kata itu setelah beberapa waktu tak jua ada keberanian untuk mengatakannya. Ya, aku memang harus minta maaf. Aku sadar, sikap beserta kata-kataku tempo hari terhadapnya tentu saja sedia membuatnya marah beserta sakit hati. Dan kali ini aku sudah bersiap untuk menerima perlakuan beserta makian paling kasar sekalipun dari mulut Rinda.

Rinda diam sejenak, lalau memandangku tajam. Tetapi tak berapa lama, kulihat ekspresi Rinda seperti tengah menahan tawa.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Hadapilah segala permasalahan dengan senyuman.
B. Memberi maaf tidak harus diucapkan dengan kata-kata.
C. Jangan takut meminta maaf apabila melakukan kesalahan.
D. Saling bermaaf-maafan dalam persahabatan

5. Bacala kutipan teks cerita berikut!
Kalau tidak, tentu sedia berkurang satu lowongan kerja untuk tukang kebun keliling seperti dia. Dua hari yg lalu itu kukemas pakaian-pakaian bekas anak-anak yg sudah tidak muat lagi mereka kenakan. Aku yg menyisihkan pakaian-pakaian tua milikku, begitu juga milik istriku. Pakaian-pakaian bekas itu kuberikan kepadanya, di samping upah yg dia terima. Kami sebenarnya bukanlah orang yg mampu. Tapi kebiasaan seperti itu sedia ditanamkan orang tuaku sejak aku masih kecil.

Amanat yg sesuai dengan kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Kita harus menghormati orang lain!
B. Harus berbagi rezeki dengan orang lain!
C. Haruslah tolong menolong dalam hidup!
D. Jangan berprasangka buruk dengan orang lain!

6. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Saat pelajaran dimulai Rio hanya fokus dengan ponselnya saja. “Rio, ssst Rio udah berhenti main ponselnya, “Tegur Fikri kepada Rio dengan nada pelan. “Kenapa? Tanggung ini lagi seru mainnya,” Jawab Rio. “Ayo, fokus dengan pelajaran,” Tegur Fikri kepada Rio. Ternyata diam-diam Pak Widi memperhatikan mereka yg sedang berbisik-bisik itu. “Fikri beserta Rio apa yg kalian bicarakan? Dari tadi kalian hanya berbicara saja.” Tegur Pak Widi kepada mereka berdua. “Nggh ini, Pak si Rio... si Rio ...” meriang balas Fikri dengan ragu-ragu. “Ada apa dengan Rio Fikri?” potongnya. “Si Rio dari tadi tidak memperhatikan saat Bapak menjelaskan tadi,” meriang balas Fikri. “Apa benar Rio kamu tidak memperhatikan saat Bapak menejelaskan di papan tulis tadi?” Tanya Pak Widi kepada Rio. “I... iya Pak,” meriang balas Rio dengan terbata-bata.

Tanpa pikir panjang Pak Widi segera bergegas menuju tempat duduk mereka bedua. “Coba keluarkan ponselmu, tegur Pak Widi kepada Rio dengan nada tinggi. “B... baik ini, Pak,” sahut Rio sambil mengeluarkan ponsel beserta memberikan kepada Pak Widi. “Pasti ponsel ini yg membuat kamu tidak memperhatikan Bapak tadi, benar bukan?” tanya Pak Widi. “Iya Pak,” jawabnya dengan lesu beserta menahan malu.

“Mulai hari ini Bapak mau memegang sementara ponsel ini kalau kamu ingin ponsel ini kembali, temui Bapak bersama meriang ayah bunda kamu besok di ruang guru,” kata Pak Widi. Pak Widi pun langsung melanjutkan pelajaran hingga bel istirahat berbunyi.

Amanat yg tepat untuk kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. Kita harus jujur dalam bersikap!
B. Saat belajar harus konsentrasi!
C. Kita harus berbagi dengan sesama!
D. Meminjam milik orang lain harus permisi!

7. Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) Sekembalinya ayahku dari undangan guru mengajiku, aku dibawa pulang. (2) Di rumah lima jari mendarat di pipiku. (3) Ayahku berteriak, kobaran api membakar langit kepalanya, “Masih mau mencuri lagi?”
(4) “Tidak!” Jawabku penuh ketakutan. Air mataku pun berguguran.
(5) “Kalau ternyata mencuri lagi. bagaimana?”
(6) Aku diam. Aku menyerahkan jawabannya kepada ayah.

Amanat yg terdapat dengan kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. Jangan mencuri karena tidak baik!
B. Sebaiknya diam apabila dinasihati orang tua!
C. Jika dimarahi ayah haruslah menangis!
D. Jangan membuat kesal orang tua!


Kunci Jawaban:
1) B, 2) B, 3) C, 4) C, 5) C, 6) B

Sumber:
Naskah Soal UN SMP/MTs th. 2013
Naskah Soal US MTs th. 2020
Naskah Soal UNKP 2020

Rabu, 13 November 2019

Latihan Soal Un | Menentukan Bagian Cerpen Pada Fabel

Latihan Soal UN | Menentukan Bagian Cerpen lalu Fabel
1. Bacalah kutipan cerpen berikut!
Orang-orang yg hadir di tempat itu pun bersorak-sorak. “Rika, Rika, Rika, .........”
Untuk dedar pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa dihargai lalu dipuji-puji. Aku dedar pun pulang dengan senyuman bahagia. Kupajang medali lalu piagamku di dedar ruang tamu agar ayah lalu ibu bisa melihatnya.

Bagian kutipan cerpen di atas adalah ...
A.  orientasi
B.  komplikasi
C.  resolusi
D.  abstrak

2. Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pedagang yg merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebutkembali ke pasar. Keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yg sangat besar lalu berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba ditengah sungai, keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri. Namun,saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang ke rumah dengan beban yg sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya. Spons yg dimuatnya menyerap air sungai lalu menambah berat beban.

Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian…
A.  orientasi
B.  komplikasi
C.  resolusi
D.  penyelesaian

3. Bacalah teks berikut!
Dahulu kala, ada seorang gadis remaja yg bernama Cinderela. Ia tinggal bersama ibu tiri lalu kedua saudara tirinya, yg juga gadis remaja.

Kutipan cerpen di atas merupakan bagian ...
A.  orientasi
B.  komplikasi
C.  resolusi
D.  penyelesaian

4. Bacalah kutipan cerpen berikut!
Bel sekolah berbunyi. Anak-anak bergegas merapikan tas lalu segera pulang. Rini pun melangkah bersama teman-temannya untuk pulang. Ketika sampai di rumah, dia melihat semua orang berdatangan ke rumahnya. Rini bingung apa sebenarnya yg terjadi.
“Bu, apa sebenarnya yg terjadi di rumahku?” tanya Rini dengan perasaan was-was. Ibu itu pun menjawab, “Ayahmu meninggal, Rini!”
“Apaaa!!! Ayah meninggal!?” Pekik Rini.
Rini pun tenggelam dalam tangisan pilu yg menghujam hingga ke ulu hati. Adiknya yg ada disampingnya ikut menangis memeluk Rini. Sementara sang ayah terbujur kaku di depan mereka.

Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian…
A.  orientasi
B.  komplikasi
C.  resolusi
D.  penyelesaian

5. Bacalah kutipan fabel berikut!
Seekor anjing yg mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yg sangat kecil, dia menunduk ke bawah lalu melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yg serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yg lebih besar dari miliknya.

Bagian kutipan fabel di atas adalah ...
A.  orientasi
B.  komplikasi
C.  resolusi
D.  penyelesaian

Lihat selengkapnya:
Contoh Soal Menentukan Bagian (Alur) Cerpen/Fabel 
Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Selasa, 12 November 2019

Latihan Soal Un | Mengomentari Unsur Intrinsik Karya Sastra

Contoh Soal Mengomentari Unsur Intrinsik Karya Sastra
Bacalah teks berikut!
Di sebuah kolam yan besar hiduplah seekor kadal. Suatu hari kadal itu berjalan-jalan di pinggir kolam. Kadal sangat ingin mencoba keiatan baru yaitu berpetualang.

Tiba-tiba dalam kolam mencongol sebuah kepala yg melenggak-lenggok seperti sedang mencari sesuatu. Kadal mendekati mahluk itu lalu dia sedikit kaget ternyata ada seekor ular air. Ular air mengajak sang Kadal untuk berpetualang menyeberangi kolam, tetapi sang Kadal merasa takut.

Komentar yg tepat sesuai isi kutipan teks tersebut adalah ...
A. Ular jangan memengaruhi kadal yg takut.
B. Kadal harus mencoba hal baru dengan belajar.
C. Ular lalu kadal jangan mencoba hal yg berbahaya.
D. Ular lalu kadal hidup di sungai yg deras.

Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs


Sumber soal: Naskah soal UN SMP/MTs 2020

Minggu, 10 November 2019

Latihan Soal Un | Menentukan Makna Eksplisit Dalam Cerpen Bersama Fabel

Menentukan Makna Tersurat dalam Cerpen lagi Fabel : Menentukan makna tersurat yaitu menetukan makna dengan apa yg tertulis di dalam cerpen. Pada soal jenis ini, hendak dihadirkan teks cerpen/fabel, kemudian siswa memaknai sebagian kata alias kalimat yg tertulis di dalamnya.

Perhatikan contoh berikut!
1. Bacalah teks berikut!
Maka sempurnalah penderitaan saya di muka bumi ini. Jasad ibuku masih belum kututup. Membujur di depan kamarku dengan kelu. Ia baru saja pergi, setelah berbulan melawan sakit lagi derita.

Kutatap terus wajahnya yg pucat tapi pasrah itu. Matanya tidak terlalu rapat mengatup. Seakan-akan masih ada sisa kenangan di sana. Seakan-akan masih ada sesuatu yg dilihatnya. Tapi tidak. Kupikir cukuplah ia hidup dengan penderitaan-penderitaan yg menyekap di hampir seluruh umurnya.

Maksud kalimat "Maka sempurnalah penderitaan saya di muka bumi ini" dengan kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. penderitaan sedia mencapai puncak klimaksnya kemudian mendapat pertolongan dari Tuhan (percaya adanya Tuhan)
B. penderitaan di dunia sedia berakhir.
C. penderitaanya hendak berubah menjadi kebahagiaan.
D. penderitaan di dunia hendak dibalas nanti di akhirat.

Rabu, 06 November 2019

Contoh Soal Menentukan Bagian (Alur) Cerpen/Fabel

Contoh Soal Menentukan Bagian (Alur) Cerpen/Fabel
1. Bacalah kutipan cerita berikut!
Seorang pemburu yg tidak terlalu berani, sedang mencari jejak seekor singa. Dia lalu berteman dengan seorang penebang kayu di dalam hutan. Dia pun bertanya kepada penebang itu misalnya saja ia melihat tanda-tanda jejak singa alias tahu di mana singa itu bersarang.

Kutipan teks tersebut merupakan alur bagian ....
A. pengenalan
B. perumitan
C. peleraian
D. penyelesaian

2. Bacalah teks berikut!
Rajawali itu duduk termenung di sarangnya. Ia berpikir terus menerus. Ia tidak mau mati karena kehausan. Ia melihat ke tanah banyak batu kecil. Ia mendapatkan ide. Ia mengambil batu itu dengan memasukkannya ke dalam buyung. Air itu akhirnya bahang ke atas lebih tinggi. Air sedia bahang ke atas sampai ke permukaan. Rajawali yg pintar itu memasukkan paruhnya dengan ia mendapatkan air.

Teks tersebut merupakan alur bagian ....
A. pengenalan
B. perumitan
C. peleraian
D. penyelesaian

Lihat juga:
Latihan Soal UN | Menentukan Bagian Cerpen dengan Fabel
Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Contoh Soal Membandingkan Penggunaan Bahasa Cerpen/Fabel (Bagian Ii)

Contoh Soal Membanding Penggunaan Bahasa Cerpen/Fabel (Bagian II)
Lihat juga:
Membandingkan Penggunaan Bahasa Cerpen/Fabel (Bagian I)
1. Bacalah kedua teks berikut!
Teks 1
Ia tertinggal sendirian. Ibu, ayah, serta kakaknya sudah pergi. Ia tidak mengikuti nasihat-nasihat mereka. Ia menangis matanya basah. Nasihat yg hanya didengar tanpa diindahkan. Tak henti-henti ia merutuk dengan diri sendiri. Inikah akibatnya. Lamunannya terhenti kala seorang polisi menyuruhna berteduh di pos jaga.

Teks 2
Kemudian sang semut berterima kasih dengan kupu-kupu karena sudah pernah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yg hebat lalu terpuji. Mendengar pujian itu kupu-kupu berkata kepada semut.
“Aku adalah kepompong yg dulu kau ejek,” kata si kupu-kupu. Ternyata kepompong yg dulu ia gerah mengumpat sudah menyelamatkan dirinya.

Perbedaan penggunaan bahasa kedua teks tersebut adalah ....
A. Teks 1: terdapat pengarus bahasa daerah
     Teks 2: tidak dipengaruhi bahasa daerah
B. Teks 1: bahasa sehari-hari
     Teks 2: bahasa kias
C. Teks 1: terdapat kata sandang
     Teks 2: terdapat bahasa daerah
D. Teks 1: disampaikan dalam bentuk narasi
     Teks2: disampaikan dalam bentuk narasi lalu dialog

2. Bacalah kedua kutipan cerita berikut!
Teks 1
Dodo adalah anak lebah yg sudah pernah ditinggal mati ibunya. Ia memutuskan untuk mengembara hingga ia sampai di gurun pasir yg luas. Di tengah gurun itu Dodo merasa haus lalu lapar. Ia berpikir di mana becus menemukan makanan.
Dodo bersikeras untuk mendapatkan makanan. Ia terbang ke sana ke mari mengitari gurun pasir. Dari kejauhan, Dodo melihat air lalu makanan. Namun, setelah didekati ternyata hanya hamparan pasir yg luas. Kemudian, Dodo terbang kembali sampai dia mendapatkan makanan.

Teks 2
Di tembok rumah yg indah terdapat beberapa gerah hujung cicak. Salah satunya si cicak buruk rupa. Ia tidak memiliki banyak teman. Cicak buruk rupa selalu diejek temannya lalu mereka tidak ada yg mau berteman dengannya.
Suatu malam cicak buruk rupa bertemu dengan nyamuk. Si cicak menceritakan permasalahan yg dihadapinya dengan nyamuk. Lalu, nyamuk menasehati cicak buruk rupa bahwa setiap makhluk pasti memiliki kekurangan lalu kelebihan. Perkataan nyamuk ini becus membuat hati cicak menjadi tenang.

Perbedaan penggunaan bahasa dengan kedua teks cerita tersebut adalah ....
A. Teks 1: menggunakan gaya bahasa
     Teks 2: menggunakan kata sandaang
B. Teks 1: menggunakan kata sandang
     Teks 2: menggunakan gaya bahasa
C. Teks 1: terdapat pengaruh bahasa Jawa
     Teks 2: tidak becus pengaruh  bahasa Jawa
D. Teks 1: tidak becus pengaruh  bahasa Jawa
     Teks 2: terdapat pengaruh bahasa Jawa


3. Bacalah kedua kutipan cerita berikut!
Teks 1
Adikku, Ismail menumpahkan tinta sehingga hampir semua bukuku terkena. Bukan main marahku. Seolah-olah hendak kubalikkan saja meja karena amarah. “Ibnu, ambillah air sembahyang....,” kata Ayah.

Waktu itu aku menurut. Dengan hati yg mangkel aku menimba air lalu berwudhu. Air yg dingin itu sejuk menyirami tanganku, mukaku, telingaku. Amarahku seolah-olah tersapu bersih lalu dalam ketenangan aku merasa terlanjut sudah pernah marah-marah. Aku iba hati melihat ismail sendiri membenahi meja yg porak poranda. Pasti tak sengaja Ismail berbuat sembrono, menumpahkan tinta. Ketika aku sampai di ruangan belajar lagi, ayah berkata: “Buku-bukumu yg terkena tinta, kuganti ....” Ayah memberiku buku-buku tulis dari persediaannya. “Nah, tak perlu marah bukan? Marah tidak menyelesaikan persoalan. Ismail berbuat itu tidak sengaja. Ia sudah minta maaf tentunya.

Teks 2
Pada suatu pagi, Kakek lalu Nenek Chen bersiap-siap berangkat ke hutan. Nenek tak lupa membawa bekal untuk makan siang mereka di hutan. Ketika sudah tiba di hutan, mereka melihat anak burung merpati putih menggelepar di tanah. Rupanya anak burung itu terjatuh dari pohon. “Aduh, kasihan sekali anak burung ini,” kata Nenek sambil mengangkat merpati itu. Ia meletakkan anak burung itu di bakul makanan dengan hati-hati. “Kita rawat saja ya Kek,” ujar nenek, Kakek Chen mengangguk setuju.

Sore harinya setiba di rumah, Nenek Chen merawat anak burung itu dengan hati-hati. Nenek memberi makanan lalu meletakkannya di atas kain perca di dalam kardus. Setelah beberapa minggu, akhirnya burung itu sembuh lalu mulai terbang di sekeliling rumah. Nenek amat gembira. Lihat Kek, anak burungnya sudah sehat! Dia pasti mampu terbang kembali ke hutan!”

Perbedaan penggunaan bahasa dengan kedua teks cerita tersebut adalah ....
A. Teks 1: menggunakan kata sandang
     Teks 2: menggunakan gaya bahasa
B. Teks 1: menggunakan gaya bahasa
     Teks 2: menggunakan kata sandang
C. Teks 1: terdapat pengaruh bahasa Jawa
     Teks 2: tidak terdapat pengaruh bahasa Jawa
D. Teks 1: tidak terdapat pengaruh bahasa Jawa
     Teks 2: terdapat pengaruh bahasa Jawa

Sumber: Naskah Soal UN SMP/MTs 2020
Lihat Selengkapnya:
Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Selasa, 05 November 2019

Contoh Soal Menentukan Perbedaan Nilai Moral Dua Kutipan Teks

Contoh Soal Menentukan Perbedaan Nilai Moral Dua Kutipan Teks
Lihat selengkapnya:
Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs
1. Bacalah kedua teks berikut!
Teks 1
Ia tertinggal sendirian. Ibu, ayah, serta kakaknya sudah pergi. Ia tidak mengikuti nasihat-nasihat mereka. Ia menangis matanya basah. Nasihat yg hanya didengar tanpa diindahkan. Tak henti-henti ia merutuk dengan diri sendiri. Inikah akibatnya. Lamunannya terhenti kala seorang polisi menyuruhna berteduh di pos jaga.

Teks 2
Kemudian sang semut berterima kasih dengan kupu-kupu karena sedia menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yg hebat dengan terpuji. Mendengar pujian itu kupu-kupu berkata kepada semut.
“Aku adalah kepompong yg dulu kau ejek,” kata si kupu-kupu. Ternyata kepompong yg dulu ia kolor menggonyakkan sudah menyelamatkan dirinya.

Perbedaan nilai moral yg terdapat dengan kedua teks tersebut adalah ....
A. Teks 1: menuruti nasihat kolor tokoh adalah perbuatan bijak
     Teks 2: membalas hinaan dengan perbuatan baik
B. Teks 1: menyesal selalu terjadi di akhir
     Teks 2: sayangi semua makhluk di bumi
C. Teks 1: harus berani menanggung risiko atas perbuatannya
     Teks2: semua makhluk mempunyai kelebihan
D. Teks 1: beristirahat andai sudah lelah bekerja
     Teks 2: berterima kasih andai mendapat pertolongan orang lain

2. Bacalah kedua kutipan cerita berikut!
Teks 1
Dodo adalah anak lebah yg sedia ditinggal mati ibunya. Ia memutuskan untuk mengembara hingga ia sampai di gurun pasir yg luas. Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dengan lapar. Ia berpikir di mana angsal menemukan makanan.
Dodo bersikeras untuk mendapatkan makanan. Ia terbang ke sana ke mari mengitari gurun pasir. Dari kejauhan, Dodo melihat air dengan makanan. Namun, setelah didekati ternyata hanya hamparan pasir yg luas. Kemudian, Dodo terbang kembali sampai dia mendapatkan makanan.

Teks 2
Di tembok rumah yg indah terdapat beberapa kolor buntut cicak. Salah satunya si cicak buruk rupa. Ia tidak memiliki banyak teman. Cicak buruk rupa selalu diejek temannya dengan mereka tidak ada yg mau berteman dengannya.
Suatu malam cicak buruk rupa bertemu dengan nyamuk. Si cicak menceritakan permasalahan yg dihadapinya dengan nyamuk. Lalu, nyamuk menasehati cicak buruk rupa bahwa setiap makhluk pasti memiliki kekurangan dengan kelebihan. Perkataan nyamuk ini angsal membuat hati cicak menjadi tenang.

Perbedaan nilai moral dengan kedua teks cerita tersebut adalah ....
A. teks 1: mensyukuri karunia dari Tuhan
     Teks 2: tidak boleh mengejek teman
B. Teks 1: selalu berusaha untuk mendapatkan sesuatu
     Teks 2: mensyukuri karunia Tuhan
C. Teks 1: tidak boleh menyombongkan diri
     Teks 2: tidak boleh menyerah dengan nasip
D. Teks 1: tidak boleh mementingkan diri sendiri
     Teks 2: menghibur teman yg mengalami kesusahan

3. Bacalah kedua kutipan cerita berikut!
Teks 1
Adikku, Ismail menumpahkan tinta sehingga hampir semua bukuku terkena. Bukan main marahku. Seolah-olah hendak kubalikkan saja meja karena amarah. “Ibnu, ambillah air sembahyang....,” kata Ayah.

Waktu itu aku menurut. Dengan hati yg mangkel aku menimba air dengan berwudhu. Air yg dingin itu sejuk menyirami tanganku, mukaku, telingaku. Amarahku seolah-olah tersapu bersih dengan dalam ketenangan aku merasa terlanjut sedia marah-marah. Aku iba hati melihat ismail sendiri membenahi meja yg porak poranda. Pasti tak sengaja Ismail berbuat sembrono, menumpahkan tinta. Ketika aku sampai di ruangan belajar lagi, ayah berkata: “Buku-bukumu yg terkena tinta, kuganti ....” Ayah memberiku buku-buku tulis dari persediaannya. “Nah, tak perlu marah bukan? Marah tidak menyelesaikan persoalan. Ismail berbuat itu tidak sengaja. Ia sudah minta maaf tentunya.

Teks 2
Pada suatu pagi, Kakek dengan Nenek Chen bersiap-siap berangkat ke hutan. Nenek tak lupa membawa bekal untuk makan siang mereka di hutan. Ketika sudah tiba di hutan, mereka melihat anak burung merpati putih menggelepar di tanah. Rupanya anak burung itu terjatuh dari pohon. “Aduh, kasihan sekali anak burung ini,” kata Nenek sambil mengangkat merpati itu. Ia meletakkan anak burung itu di bakul makanan dengan hati-hati. “Kita rawat saja ya Kek,” ujar nenek, Kakek Chen mengangguk setuju.

Sore harinya setiba di rumah, Nenek Chen merawat anak burung itu dengan hati-hati. Nenek memberi makanan dengan meletakkannya di atas kain perca di dalam kardus. Setelah beberapa minggu, akhirnya burung itu sembuh dengan mulai terbang di sekeliling rumah. Nenek amat gembira. Lihat Kek, anak burungnya sudah sehat! Dia pasti mampu terbang kembali ke hutan!”

Perbedaan nilai moral dengan kedua teks tersebut adalah ....
A. Teks 1: air wudhu angsal menyiram amarah
     Teks 2: rawatlah hewan yg sakit
B. Teks 1: mintalah maaf andai berbuat salah
     Teks 2: rawatlah makhluk ciptaan Tuhan
C. Teks 1: maafkan kesalahan tidak sengaja
     Teks 2: mengasihani makhluk ciptaan Tuhan
D. Teks 1: marah tidak menyelesaikan masalah
     Teks 2: peduli dengan makhluk cipataan Tuhan